Kamis, 04 Desember 2008

Finally..

Sempak Papa lalu dilempar-lempar kayak bola basket. Tapi setelah bosan maen basket, sempak papa malah dijadiin bahan rebutan oleh monyet-monyet itu, hingga salah satu monyet yang badannya paling kekar dengan sotoynya menjadikan Sempak Papa itu sebagai penutup kepala menyerupai topi khas suku penghuni pedalaman hutan Amazon.

“Itu kan…” kata ibu.

“Itu kan…” kata papa.

Hening.

“Iya, itu memang sempaknya papa,” kataku takjub.









THE POPOKMAN – BOCAH KAMPUNG LUNTANG-LANTUNG adalah kumpulan pengalaman seru seorang bocah kampung bernama Wandy alias si Popok. Ada tiga belas cerita lucu, seru dan mengharukan. Mulai dari masa kecilnya bersama monyet liar di hutan, bermain Spica bersama penduduk kampung di Sumatera Utara, sampai kepolosannya saat diganggu cowok homo. semuantya ditulis dengan gaya jenaka dan bikin kamu tertawa karena kepolosan bocah kampung ini.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


hehehe.. finally ya? akhirnya cita-cita mesumku tersalurkan juga. cita-cita untuk merusak generasi muda dengan membuat buku sesat yang berkedok buku bergenre PeLit (Personal Literature) ini.

sedikit aneh juga rasanya pada saat menerima nomor lepas yang dikirim penerbit buat saya. aneh banget malah. mungkin memang bakalan ada jenis perasaan kayak gitu kalo kamu terpaksa harus menerima kenyataan bahwa ada sebuah judul buku yang covernya bergambar karikatur kamu sendiri yang lagi gaya tarzan sambil gendongin monyet bego.

overall, saya pengen ngucapin terima kasih buat mereka yang udah membantu dalam proses pembuatan buku penuh sesat ini. makasi banget. dan jangan lupa beli bukunya ya? kalo ada kritik, tolong disampein. kesini bole, ke email juga bole. hehe.

ya udah deh,gak pengen banyak2 promosi lagi. saya permisi teman-teman.




i'm out*

Selasa, 28 Oktober 2008

bakal-calon-buku-perdana

wah, udah seminggu lebih saya enggak posting. tadi malem saya udah mau niat posting. dan dari rumah saya udah niat ke warnet setelah saya makan kerang rebus deket kosan, eh taunya tukang kerangnya tutup, ya udah saya ke warnet aja, eh warnetnya juga enggak buka.
Yah, daripada nganggur saya mutusin buat gangguin bencong bareng tukang becak deket kuburan. hehe. (iseng apa doyan pok?)
sebenernya, banyak banget yang pengen saya ceritakan disini sejak beberapa hari yang lalu. tapi, karena keterbatasan waktu dan ruang, saya harus bersabar hingga hari ini untuk kembali bercerita. ( hehehe, gaya lu pok!!)

here we go!!

Uuuhm, sebenernya saya enggak mau buru-buru ngasi tahu masalah yang satu ini, bahwa NASKAH SAYA DITERIMA oleh Bukune. kan para orang tua sering bilang pamali kalo kita ngomongin sesuatu yang masih belum bener2 pasti terjadi, takutnya ntar enggak kejadian. dan karena bakal-calon-buku-perdana saya ini masih on progress, saya lumayan takut bakalan malu kalo ntar ternyata naskah saya enggak jadi terbit. hiks.
tapi, kemaren editor saya bilang (begh! gaya banget lu pok! pake editor segala!), kalo alangkah baiknya bilamana saya udah mulai mempromosikan calon buku saya ini melalui blog yang saya punya dari sekarang.
Jadi sekarang saya ingin menyampaikan pada handai tolan semuanya, BAHWA BUKU SAYA BAKALAN BENER-BENER TERBIT. hip-hip huray!! hehehe. I did it!! I did it!!

Buku saya ini udah/masih dalam tahap setting. judul udah dapet, naskahnya udah fix, tinggal kudu nyelesein tetek bengek lainnya. semoga ini cepat berlalu, karena saya beneran deg2an setengah disko mikirinnya.

dan seiring dengan semuanya, saya mendapati semacam perasaan aneh dalam proses pembuatan buku ini. saya takut GAGAL. saya takut nantinya buku yang saya bikin ini enggak bisa bikin orang ketawa ataupun terhanyut ke dalam cerita ini. sebagai info, buku ini nantinya akan bergenre pelit yang kebanyakan adalah kumpulan kejadian dodol yang saya punya.
aduh, saya langsung kebelet eek di celana tiap kali mikirin ini. beneran.
kalo kata editor saya lagi, ini mah udah biasa bagi PEMULA seperti saya, makanya itulah diperlukannya seorang editor. begh! tapi tetep aja saya udah jantungan gini, Bang!!

dan untuk yang tertarik, saya janji akan update terus progress buku saya ini disini. ya udah deh, saya beneran kebelet kayaknya.

saya pamit ya pals. bubye bubye bubye. cecepmuah-cecepmuah!!




i'm out*

Minggu, 19 Oktober 2008

Saya Kembali

Pada 5-6 bulan yang lalu, saya gak pernah ada niat buat vakum dari kegiatan ngeblog-mengeblog ini. tapi entah kenapa, entah itu karena rambut vokalis KangenBand yang tak kunjung berubah gaya jadi seperti rambut suaminya MariMar atau mungkin karena bang Ian Kasela belum juga menggunakan bikini sebagai pengganti kaca mata hitamnya. sebut saya goblok, tapi saya memang vakum tanpa ada alasan yang jelas.
tapi, apapun alasan yang pada akhirnya menyebabkan saya vakum beberapa bulan ke belakang itu, hari ini alasan itu mendadak gak mempan mempengaruhi saya mengurungkan niat mulai nan bijaksana ini untuk bisa kembali. kembali ke rutinitas yang terkadang konyol. dan untuk sekedar mengayunkan jari-jari binal saya di antara susunan rapi tuts qwerty di keyboard laptop celeron saya demi mengungkapkan segala isi hati yang tengah saya alami, atau mungkin hanya untuk sekedar mencaci maki logat seorang Cinta Lawra. apapun itu, saya masih belum bisa mengerti.

dengan segala kerendahan hati, dan diiringi doa restu para tukang becak yang sering mangkal di deket kos-kosan saya, saya nyatakan mulai malam dan detik ini, bahwa saya akan kembali. kembali pada dunia yang begitu saya rindukan belakangan ini.
dan beda seperti sebelumnya, dimana saya enggak pernah mengerti kenapa saya vakum dari dunia ini di waktu yang lalu itu, sekarang saya tahu, kenyataan saya kembali karena saya memang mengingininya.

sumpah, lega rasanya bisa kembali bercerita, setelah kemarin-kemarin cuman bisa ketawa2 kayak orang epilepsi mabok duren, di saat saya membaca dan mengkritiki tulisan-tulisan saya di masa lalu. malu tapi juga terharu.

dan terima kasih juga pada orang-orang yang jumlahnya tidak sedikit itu, yang kerap menyemangati saya untuk kembali menulis disini. makasi ya dee, makasi ya kak..
pfiiuuuuuhhh.. lega rasanya bisa kembali lagi..





i'm out*

Sabtu, 24 Mei 2008

ehm.. agak lelah

setelah lebih dari seminggu blog ini ditinggal gitu aja, akhirnya saya kembali lagi. mohon maaf dari saya teruntuk temen2 yang kebingungan nyariin popok. halah. hehehe. apapun alasan menghilangnya saya beberapa waktu yang lalu, biarlah menguap dan berhenti menjamah pemikiran saya yang kebanyakan isinya bokep semua.
aniwei, sekarang belom tau mo possting apa. jadi nih mau ngerjain tugas mulia dari ibu yang satu ini. udah seminggu juga tugas ini enggak ditunaikan.

1. At what age do you wish to marry?
berapa yah? secepatnya lah. gitu ada modal, saya langsung kawin. serah sama sapa. yang penting FERTIL.

2.If you can turn into anything, what do you wish you can turn into?

Pengen jadi manusia yg lebih baik, lebih baik dan selaku bisa lebih baik. insya Allah.

3.If you were stranded on an desert island, who are the 3 blog buddies you would take with you? Why?
sapa yah? mank kesananya naek apa? ada angkot kesana gak? bensin udah naek nih. (gak nyambung)

4.Where is the place that you want to go most?
Saudi Arabia, Palestina, Afrika Selatan.. ehm, pengen ke Papua, ke Puncak Mahameru juga..

5.If you have one dream to come true, what would it be?

jadi seorang superhero bergelar SUPER POPOK. halah, gak lah. pengen jadi diri sendiri aja. pengen jadi anak yang bisa berbakti seumur idup sama keluarga dan orang tua. dan pengen pastiin kebahagiaan adik semata wayangku sampe titik darah penghabisan.

6.Who is in your mind right now?
adik saya.

7.What are you afraid to lose the most right now?
Keluarga saya, mereka yang udah mau peduli pada saya, dan diri saya sendiri.

8.Do you want your first born child to be a girl or boy? Why?
pengennya mah cewe, biar bisa dijilbabin. kalo cowo juga gapapa. dijilbabin juga cakep..

9.If you meet someone you love, would you
confess to him/her?
apa yah? ehm.. i dont know, dark..

10.List out three good things of the person who tagged you.

Non Adhini Amaliafitri adalah majikan yang baik. yang penuh perhatian kepada saya, tukang kebunnya. dia juga enggak sungkan mengingatkan segala sesuatu yang bertujuan baik demi diri saya sendiri. dia cerewet, tapi kalo gak dicerewetin sma dia, berasa juga ilangnya. pokoknya dia baik banget. beruntung saya bisa kenal dan deket sama dia. ya kan dear?

11. What colour do you like? Why?
biru

12.What type of person do you hate the most?
ehm.. gak ada. pada dasarnya semua orang baik. saya selalu meyakini hal itu.

13.What would you do if you won a million dollars?
naik hajiin bonyok pake uang sendiri, memperlebar dakwah dengan bangun mesjid, mastiin kemapanan anak yatim piatu dan semua fakir yang ada di sekitar saya, ..... dan keliling dunia pada akhirnya ada di urutan terakhir list ini. setelah nyari istri.

14.What is your ambition?
pengen movie maker

15.What would you wanna be after you're dead?
Bertemu dengan orang2 yg saya cintai di JannahNya ^_^ <<--- ngutip punya si Dee..

16. If you have a chance, which part of your character would you like to change?
males dan pelupa.

17.What would you most want to achieve right now?
ehm..... adda ajja....

18.What do you think is the most important thing in your life?

Allah, keluarga saya dan kesederhanaan ini..

19. If there’s one thing in your life you want to do but yet unable to, what would it be?
belom bisa bener2 bahagiaiin orang tua.. hiks..

20. Among all the questions asked, which one do u like most? Why?

19. karena saya baru sadar, saya masih belum bisa menjadi abak yang berbakti. dan menunaikan kewajiban untuk membahagiakan mereka.


ehm..
selesai juga.. udah lunas..
aniwei, maaf kalo saya belom bisa berkunjung ke blog temen2 lagi. saya janji, dalam waktu deket bakal balesin komen2nya. insya Allah.




i'm out*

Kamis, 15 Mei 2008

cuman 2 keping kok...

dan setelah beberapa hari ini saya ngabisin malem dengan cara ndekem setengah ngangkang di kamar tercintah sambil nonton kuis bisik-bisik di TPI--berhubung dengan niat saya buat pensiun dari dunia kelam nokturnal gadungan, akhirnya malem tadi saya keluar malem lagi. tapi beneran, malem tadi itu enggak sengaja. semua ini berawal dari sebuah sambungan telepon dari salah seorang temen saya.

kring-kring.
'halo?'
'Ndy, lo dimana?'
'ehm, lagi ma temen. napa?' saya berbohong, karena sebenrnya malam tadi saya lagi sama mantan saya.
'Ke kosan gue dong.'
'Mo ngapain?'
'Pinjem laptop lo.'
'Buat apa?'
'Ehm..'
'Buat apa?'
'Nonton bokep.'
'...'
'Lo masi disitu kan ndy?'
'Iya.'
'Jadi?'
'Mank kudu malem ini?'
'Iya. pliss.'
'Ya udah, jemput gue ya setengah jam lagi.'
'Ok.'
klik.
melihat perangai saya yang tiba2 berubah, si mantan langsung nanya. 'Kenapa?'
'Enggak. ada temen yang mo minjem laptop.'
'Bikin peer?'
'Enggak.'
'Trus?'
'Benerin genteng.'


setengah jam tepat setelahnya, saya udah ada diboncengan motor temen saya itu.
'Ada berapa biji?' saya nanya. soalnya males kalo kemaleman. lagian ada kerjaan yang belum saya selesaikan.
'Ada 2.'
'Oh, dikit dong. VCD kan?'
'bukan, DVD.'
'...'
'Kayaknya sampe pagi.'
'Setan lo!'

nyampe kosannya, kita udah disambut sama 3 orang temen gue lainnya. yup, mereka berempat memang terkenal sebagai pens berat Asia Carerra dengan filosofi indahnya: "makan enggak makan, yang penting bokep jalan."
semua persiapan udah disediain, mulai dari makanan ringan, obat nyamuk, bantal guling, sikat gigi, cabe keriting, santen kelapa, dll (ini mo nonton bokep apa mo nyantet orang sih?). dengan semangat mereka langsung nyalain sang laptop tersayang, dan masukkin DVD laknat itu ke dalemnya.
detik pertama. belom ada reaksi apa2.
detik kedua. masih belom ada reaksi apa2.
detik ketiga. 'cekit..cekit..' suara kepingan DVD yang berisik dari dalem player. disimpulkan, DVD itu rusak.
mendapat cobaan seberat itu, mereka berempat hanya mengeluh kesel. sambil tetep berharap keping kedua bisa berjalan mulus seperti bayanganan mereka.
detik pertama pilem langsung muter.
'A'o.. aku Poo, aku Lala, aku Dipsy, aku Tinky Wingky...' suara dari pilem Telletubies yang berjalan dengan mulus di laptop gue.

GEDUBRAK!!

dan gue yakin, bagi mereka pilem Telletuies malem itu adalah pilem paling menyeramkan yang pernah mereka saksikan.




i'm out*



Senin, 12 Mei 2008

husss!! kok ngomong jorok?

maaf..
maaf karena pok baru posting sekarang, setelah lebih dari 10 hari. sebenernya banyak banget yang mau saya posting disini, tapi karena ada satu dan lain hal, saya baru bisa posting sekarang lagi. sekali lagi, popok nta maaf yah..

aniwei..
berhubungan dengan postingan kemaren, sekarang pok udah enggak seliar itu lagi. sekarang pok bisa nahan diri buat enggak begadang semaleman di game centre tiap arinya. meskipun untuk bisa tidur sepanjang malam, pok kadang nekat minum obat tidur. dan untuk tanggapan yang beragam dari temen-temen semua, pok ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya. untuk itu, pok bakalan jadi lebih baik lagi. insya Allah.

ada yang nyadar enggak, kalo anak muda jaman sekarang itu cenderung lebih mudah ngomong dengan diselipin pake kata2 jorok. enggak usah jauh2 deh, kadang saya aja suka ngomong dengan nyelipin kata2 anjrit yang adalah hasil modifikasi dari kata anjin*, selain itu saya juga mahir ngomong sambil nyempilin kata "dodol" di setiap akhir kalimat.
kenapa sih harus ngomong pake bahasa seperti itu? alangkah indahnya, bila kata2 terebut diganti pake bahasa yang lebih sopan. contohnya, kalo lagi marah kata2 anjing bisa dijadiin hamster. kan lebih imut tuh.
'Anjing! sakit banget tauk!' menjadi 'hamster! sakit banget tauk!'
nah, jadi setingkat lebih baik kan? lagian, orang juga lebih seneng dimiripin sama hamster daripada anjing. kata2 hamster juga dapat diganti menjadi burung pipit, kunang2, ataupun belalang ngangkang.

bayangin aja, kalo enggak ada orang yang ngomong pake nyelipin kata jorok. indahnya dunia. karena memang pada kenyataannya, seorang anak-anak udah mulai khatam makiin orang tua pake makian ala negro di bokep2. mulai fuc* you lah, dam* lah, pokoknya macem2 lah. hehehe.

jadi, seenggaknya mulai dari sekarang, kita yang merasa sebagai orang yang beragama dan menghargai sesama, bisa lebih bijak dalam berkata. mulai dari sekarang. kalo bukan sekarang, kapan lagi? kalo bukan kita, siapa lagi?




i'm out*

Jumat, 02 Mei 2008

nokturnal gadungan...


wew..
kayaknya sekarang saya benerana sakit deh. sebagai pertimbangan mengenai penilaian perkataan barusan, para pelanggan popok tercinta, dapat meliahat jadwal kegiatan hidup saya belakangan ini, yang amat sangat tidak terjadwal. cekidod :

13.00 : bangun tidur (pagi atau siang, wateva lah)
13.05 : berangkat kuliah (biasanya mandi kadang2, kebanyakan modal cuci muka sikat gigi doang)
15.00 : istirahat kuliah, sambil SARAPAN di kantin
17.00 : pulang kuliah, beli gorengan trus nonton tipi (suami2 takut istri)
19.00 : pegi keluar, tepatnya ke gem senter
19.05 : nyampe gem senter, dan ngambil paket maen gem sampe jam 7 pagi
sekitar pukul 23.00 : beli nasi goreng/ato mi aceh di warung sebelah itu gem senter
05.40 : pulang sambil sempoyongan nahanin pusing yang teramat menyiksa bagaikan sengatan seekor siluman tapir naek motor gedek
06.15 : tidur MALAM
13.00 : bangun lagi
dst
dst
dst
gitu terus tiap ari, mudah2an gak gitu terus sampe kiamat.

enggak keren banget, kalo ntar malaikat nanya, apa aja yang udah saya lakuin ketika orang lain pada tidur di malam hari? masa saya harus jawab ; "maen gem, sambil sesekali liat bokepnya Maria Ozawa nih, malaikat." bisa2 saya diiris kecil2 buat dijadiin rica2 bagi para iblis.

oke. sekarang saya beneran menjadi seorang manusia nokturnal kedua setelah Batman. tapi, dibandingin sama batman, saya mah enggak ada apa2nya. batman kan superhero, sedangkan saya mentok2nya nonton supermama di indosiar.
aniwei, belakangan ini pala saya mulai pusing2 enggak jelas, maag ini juga semakin akut. tiap bangun tidur, bawaanya kayak janda hamil aja, pengennya muntah kalo liat muka sendiri di cermin (udah biasa).

kadang saya kesel juga sama diri sendiri, karena udah banyak orang yang jadi kesel karena saya sendiri. banyak yang udah mau ingetin, tapi saya malah jadi tambah ngaco gini. padahal, kemaren saya janji sama diri sendiri buat berubah, tauknya tambah parah. sekarang saya malah ngeluh karena spektrum masalah yang saya bangun sendiri. bodoh.

sumpah, sapa sih yang mau ngejalani idup dengan pola dodol seperti ini? bencong yang selangkangannya nonjol aja, mungkin enggak akan mau. apalagi saya, yang selangkangannya kadang2 doang nonjolnya.
aduh.
gak tau deh.



i'm out*
have a nice life, guys!!
coz i haven't mine!!
(ngaco ya b'ing nya?) hehehe..

Rabu, 23 April 2008

tragedi ****

heloo temen2..
akhirnya setelah dukungan yang bertubi-tubi layaknya serangan kentut raksasa dari temen2 semua, saya bisa mulai sembuh dari penyakit itu. tidak seperti kemaren yang saya bisa mens dari ketiak, kini sakit saya mulai baikan dengan gejala sederhana berupa dislokasi tet*. meskipun demikian, saya ucapkan terima kasih.

here we go..

beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi sebuah warnet yang udah beralih fungsi jadi tempat berkumpulnya para-manusia-berotak-jorok-yang-rela-semaleman-begadang-karena-maen-gem-onlen (termasuk saya). Jangan harapkan, anda akan mendapatkan sebuah suasana nyaman, hening, tertib disini. kenyataannya, tempat ini makin lama makin mirip stadion--rusuh, ribut dan bawaannya mo tawuran mulu.

jadi hari itu, saya udah niat mo pulang. jadi dengan gerakan ngesot sambil kayang, saya menuju meja kasir. meja kasir di warnet ini mirip sama meja resepsionis kalo di kantor2 ataupun hotel2 berbintang. yang secara otomatis, menempatkan sang kasir duduk rendah di balik meja, dan sang konsumen akan melihatnya dari posisi yang lebih tinggi.
dan kebetulan, yang shift kasir hari itu adalah seorang gadis mayan manis, yang sebayaan sama saya. dan, kebetulan juga, baju kaos yang dikenakannya pada saat itu memilikki leher/kerag yang udah kendor. dan kebetulan lagi, saya yang memperhatikan gerak-geriknya mengutak-atik komputer di hadapannya mendapati keberadaan terselubung dari kedua (maaf) perabotannya.

'Astagfirullah.' saya yang memang alim dan soleh ini langsung ngucap sambil mundur selangkah ke belakang.
'Eh, kenapa mas?' kata sang kasir sambil berdiri keheranan.
'Ehm..'
'Kenapa mas?'
'Maaf mbak sebelumnya nih, ada yang mau saya bilang. tapi mbak jangan marah yah?'
dia ngangguk.
glek.
saya nelen ludah dengan dada yang masih berdebar kencang. gimana pun, apa yang terjadi setelahnya adalah sebuah tugas yang mengemban resiko berlebih.
'Itu mbak.' saya tunjuk bagian dadanya.
'Hah? kenapa memangnya?' kata si kasir sambil megang2in dadanya (jgn dikhayalkan yag gmn2) dengan nada suara yang mulai meninggi.
anjrot!
saya diem.
'Kenapa memangnya mas?! jawab dong!'
saya tarik napas dalem2. tiba-tiba... pret! saya kelepasan kentut. saya hanya bisa berharap, semoga enggak ada kerak bumi yang ngikut.
'Ehm, gini mbak. mending mbak ganti baju aja gih.'
'Memangnya kenapa mas?'
'Keliatan tuh. itunya.'
dia tampak shock seketika, dan terlihat ingin marah. saya mulai merasa ngeri.
'Maaf mbak, tadi kan saya bilang jangan marah.' kata saya. memang saya merasa, hal itu harus saya lakukan. sebagai seorang yang terlahir baik dan berbudi pekerti luhur, saya akan sangat merasa berdosa apabila perabotan andalannya si mbak kasir itu, harus menjadi obralan para pengguna jasa warnet tersebut. kesian si mbaknya.
'Oh, iya!' katanya ketus sambil pegi ke dalem kantornya, ninggalin saya yang bengong sendirian dengan beribu pertanyaan.

sekitar 2 hari berikutnya, saya dateng ke warnet itu lagi. dan seperti biasa, abis maen saya pun langsung beranjak ke meja kasir. ternyata yang jaga kasir, adalah si mbak yang kemaren.
crap!
dia melirik sesaat, dan melengos setelahnya. saya makin merasa enggak enak.
'Ehm, berapa mbak?' kata saya memberanikan diri tanpa melihat.
'10 ribu.'
saya langsung ngasi uang 20 ribuan.
'Ini kembaliannya.
saya langsung mendongak ingin meraih uang kembaliannya. namun ternyata yang saya dapati adalah sebuah pemandangan terkutuk. si mbak dengan cueknya menutup bagian dadanya dengan sebuah bantal boneka dengan indahnya.

SALAH SAYA APA TOH MBAK!!!!!! saya tuh kan ngasi tau gitu supaya anumu itu enggak jadi konsumsi publik. enggak sadarkah dirimu, betapa baiknya diriku? betapa lembutnya perasaanku?

huhuhu..

oya, ada satu korban saya nih. korban panas2in buat bikin blog. hehehe. nih blog nya si Dee. temen saya. silahkan kunjungi. hehe.





i'm out*

Sabtu, 19 April 2008

tulungin saya..

hello..

huhuhuhuhu.. teman-teman, saya SAKIT. saya sekarang bisa mens lewat jerawat. ralat. saya memang sakit, dan saya memang bisa mens lewat ketiak. ekstrim.

entah kenapa saya males ngapa2in sekarang. makan males, kul males, ngenet males, eek pun males (terpaksa belakangan ini eek di plastik kresek baru dibuang ke tong sampah). intinya, tulungin saya.

sedikit dukungan dari anda, sangat berarti. bisa berupa saran, kritik ataupun giro. hehehe. aniwei, saya mohon bantuannya.





i'm out*

Senin, 14 April 2008

- lebai -

Hello..

Map temen2, saya belakangan ini enggak nyaman buat ngapa2in, kecuali nyabutin bulu idung sambil koprol ke samping jendela. Trus jatoh dari lantai 3. penyet.
Aniwei, saya sangat senang dengan semua apresiasi yang telah ditunjukkan sodara2 sekalian di postingan kemaren, tentang surat terbuka itu.
Lepas dari pro kontra yang sempat membeku, ada baiknya kita mulai introspeksi diri masing2. seperti sekarang, berkat pesen temen2, saya udah mulai menggunakan helm, biarpun dari jauh saya harus rela kelihatan seperti orang gila professional yang sedang menjadikan kepalanya sebagai media untuk menyerap energi solar.
Saya juga punya berita gembira, Alhamdulillah si ibu itu udah sehat. Dan sekarang dia sudah bisa seperti biasa. Semoga enggak ada kejadian buruk yang menimpanya. Amien.

Belakangan ini juga, saya selalu merasa kesepian. Sempet juga ngeluh sama seorang sahabat, eh dia dengan baiknya ngasi saya sebuah puisi indah. Ini nih puisinya :

Kehampaan ini perlahan menyudutkan diriku…
Untuk kesekian kali mencoba melempar jerit hati yang pilu…
Tak mengerti apa arti dicintai yang sesungguhnya…
Hati hanya bias merasa sepi akan arti kata tulus…
Dimana rasa itu?
Aku merindu mecinta dan dicintai..

Si dee yang bikin puisi ini, dengan yakin mengatakan puisi itu adalah bentuk rasa yang tengah saya rasakan sekarang ini. Sederhanya, saya merasa KESEPIAN. Lebai, lebai deh.
Tapi, kali ini saya males membahas masalah yang menjurus kepada semua hal yang berbau cinta dan sodara-sodarinya. Lagi eneg, kalo ntar muntah, saya bisa dikebiri sama operator nih warnet.
Kali ini saya ingin membicarakan tentang’anak’. Yup, anak monyet. Ralat, yah anak beneran. Yang imut-imut. Maaf, kalo saat ini saya terlihat sissy. Ini hanya secuil dari secuil lebih dikit impian kekanak-kanakan saya.

‘Gue pengen cepet-cepet punya anak.’
‘HAHAHAHA….,’ suara ketawa Aryo (nama samaran) temen sekelas saya itu menggema di lorong kampus.
‘Napa lo ketawa?’
Dia terlihat kesusahan mengatur nafasnya. Setelah lebih diperhatikan, malah kelihatan seperti seorang titisan siluman trenggiling.
‘Lo itu yah nyet! Cewe aja kaga punya! Malah mo punya anak lagi. Mo kawin sama sapa lo? Sama siluman tapir? Istighfar banyak-banyak lo gih.’ Katanya dengan tatapan prihatin seakan-akan saya barusan ngomong kalo saya pengen masukkin biji duren ke lobang pantatnya yang banyak bulunya itu.
‘Namanya juga pengen.’ saya ngeles.
‘Tapi yang masuk akal dong.’
‘Itu tadi kan masuk akal. Lo kali yang enggak punya akal.’ Kata saya sebel.
‘Setan lo!’ katanya kesel.

Iya. saya memang setan.
Ralat. Yang bener itu, saya memang pengen banget punya anak. Anak cewek. Entah kenapa, asal saya liat anak cewe yang masih umur balita gitu bawaanya pengen garuk-garuk aspal aja, rasanya pengen punya juga. Apalagi kalo anaknya itu dipakein jilbab. Huwaaaaaaaaaa. Bisa pipis lewat idung saya liatnya.
Kadang kalo udah mikir gitu, saya langsung bercita-cita kalo saya udah ada modal cukup, pengen langsung kawin aja. Sama sapa? Mo sama sapa calonnya juga enggak masalah bagi saya, yang penting fertil. Enggak usah heran, memang gini nih kalo udah bawaan otak bandot profesional.


‘Memangnya kenapa kudu dijilbabin ndy?’ kata Sabrina, temen SMA saya pada suatu kesempatan dengan mimik yang menunjukkan dia tertarik dengan keinginan saya itu.
Mungkin Sabrina mikir, kalo jawaban yang akan saya berikan padanya itu bercerita tentang pendidikan agama pada anak sejak dini, atau tentang cara tepat merawat seorang anak hingga bisa menjadi anak yang soleha dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Saya bisa liat itu dari sorot matanya yang penuh dengan segala harapan bahwa temen disfunsionalnya ini telah berubah menjadi seorang manusia seutuhnya.
‘Ehm, imut aja Sab. Apalagi kalo dia goyang-goyangin kepalanya gitu, kayak mainan anjing yang sering ada di angkot gitu.’
GUBRAK!

Hening sejenak.

‘Trus kalo anak lo ntar cowo gimana?’ tanya lagi kali tanpa harapan berarti di matanya.
‘Kalo cowo?’ kata saya.
‘Iye!’
‘Sebodo amat. Pakein jilbab kan imut juga.’ Kata saya sotoy.
‘Lo beneran korslet yah? Sekarang gue tahu!’
‘Tahu apa?’
‘Tahu sapa yang harus disalahin kalo ntar anak cowo lo jadi banci di Taman Lawang!’


Crap!
intinya, saya merasa sedikit gembira dengan memikirkan kekonyolan ini. mungkin ini impian saya tentang titisan saya kelak. bagaimana dengan kalian kawan?

Aniwei..
Have a nice day guys..



I’m out*

Selasa, 08 April 2008

- surat terbuka -

Surat terbuka
kepada
Para pengendara mobil se-Indonesia


Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan kepada mereka yang memilikki kendaraan roda 4, agar lebih bisa menghargai kami, yaitu para pengguna motor bebek jelek dan bobrok hasil kreditan bertahun-tahun.
Kami keberatan sekali dengan sikap pengemudi mobil yang selalu menganggap kami sebagai hal yang mengganggu di jalanan, jadi bawaannya pengen klakson-klakson mulu dengan teramat ganas. Jelas, ini sangat merugikan kami. SANGAT MENGGANGGU.
Sebagai acuan, kemarin sore, saya tengah berada di jalan raya pulang dari kampus. Di lampu merah, saya berada di deretan paling depan, di samping saya ada seorang ibu-ibu paruh baya yang mengendarai motor bebek. Tiba-tiba, ketika lampu udah hijau, mesin motornya mati. Dan seperti biasa, para pengendara mobil yang ada di belakang, napsu nyalain klaksonnya berkali-kali. Dan setelah itu yang terjadi adalah si ibu-ibu langsung lemes dan pingsan. Saya yakin itu karena rasa gugupnya ngidupin motor dan keterkejutannya pada klakson-klakson sialan itu. Untung aja, si ibu enggak apa-apa. Gimana kalo dia kena serangan jantung, CUMAN karena keegoisan para pengemudi mobil yang jelas-jelas melihat sendiri si ibu jatuh pingsan di hadapannya.
Apa itu wajah kita? Wajah bangsa yang katanya menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan. COBA ANDA BAYANGKAN kalo ternyata si ibu itu adalah ibu anda sendiri?

Sekarang si ibu masih shock di rumah sakit, tekanan darahnya naik. Kondisi badannya lemah. Dokter bilang, itu memang benar karena kepanikkan dan keterkejutan luar biasa hanya karena keegoisan beberapa oknum di balik kemudi mobil-mobil mewahnya. Apa enggak bisa sabar dikit? Anda di dalem mobil kan adem, sedang kami di luar sini kepanasan, keujanan. Dan kami bisa sabar. Toh, kebanyakan pengendara mobil adalah orang berdasi dan ngakunya beradab.

Maaf, jadi sedikit emosi.
Saya disini tidak menyamaratakan semua pengguna jalan yang juga menggunakan kendaraan roda empat. Saya sadar, ENGGAK semua pengemudi mobil SEJAHAT itu. COBALAH KITA BERKACA PADA DIRI MASING-MASING.
Saya juga enggak bisa menghindari kenyataan, enggak semua pengendara sepeda motor itu disiplin, termasuk saya yang jarang pake helm kemana-mana. Tapi, apakah kita SEBURUK itu untuk mengumbar klakson yang makin hari makin gede aja suaranya, dan membiarkan korban-korban seperti si ibu di atas berjatuhan.

Maaf, sekali lagi maaf. Bukan maksud saya untuk menggurui, tapi saya YAKIN kita MASIH PUNYA HATI.
Sekian surat dari saya ini, mewakili berbagai pemikiran dari kami yang hanya bisa beli motor bobrok, dan terkadang masih juga mengeluh tentang harga bensin yang terus naik. Enggak seperti anda atau siapaun yang enjoy di dalam kabin mobil dengan udara sejuk yang berhembus dari masing-masing air conditioner milik anda.

Sekian.
Terima kasih.

ttd,


PPMBKI (persatuan pengemudi motor bobrok kreditan indonesia)





i'm out*

Jumat, 04 April 2008

- eek ini telah selesai Jendral!! -

Saya kalo (maaf) eek harus baca, kalo enggak dijamin bakalan enggak bisa sukses tuh proses pembuangannya.
Macet.
Mampet.
Entah sejak kapan pastinya hal ini mulai saya lakukan—eek sambil baca. Mungkin sejak saya udah bisa baca sekitar kelas 1 SD, saya udah nekat bawa tabloid NOVA langganan nyokap sambil eek.
Seingat saya, hal ini bermula setelah saya menonton salah satu episode pilem Ksatria Baja Hitam. Suatu waktu sang jagoan saya itu, yang dalam keadaan normal bernama Kitaro Minami ini sedang eek sambil baca koran gitu. Kesan yang saya dapat pada saat itu adalah, BETAPA KERENNYA SANG KSATRIA BAJA ITEM BACA SAMBIL EEK, di mata saya, dia 10 kali lebih GAGAH.
Untung aja, penyimpangan yang saya lakukan ini hanya sebatas baca sambil eek. Dulu, saya juga sempat berniat buat senam perenggangan senggama sambil naek sepeda setelah nonton pilem Baywatch sembunyi-sembunyi, tapi karena takut dikatain orang gila profesional, saya urungkan niat itu. Kan saya “cuman” orang gila semi-profesional.
GUBRAK!!

Bonyok pasti ngomel-ngomel kalo liat saya ninggalin komik atau koran bola di kamar mandi karena kelupaan bawa keluarnya gitu selesai nunaiin tugas mulia itu. Tapi ternyata, mereka lebih marah lagi kalo saya lupa nyiram tokai sisa-sisa kerak bumi itu, yang sebenarnya memilikki bentuk yang sangat artistik. Mungkin kalo ditarok dalam sebuah pameran barang seni, keren juga.
‘Wah, benda ini memilikki nilai seni yang sangat tinggi.’ Kata seorang kritikus seni kepada rekan sesama profesinya.
‘Benar kawan, ini sungguh indah. Tapi, benda apa ini?’ kata temennya.
‘Saya juga tidak tahu.sebaiknya segera kita raba.’
‘Oke.’
‘Wah, sedikit lunak. Masih hangat. Apa ini teman?’
‘Iya, saya juga belum dapat memastikannya kawan. Bagaimana kalo kita rasakan?’
‘Ide bagus teman. Mari.’
Hening sejenak, sementara mereka jilatin tokai abstrak itu.
‘Wah, rasanya macam-macam teman. Ada rasa jeruk, ada rasa bayam, ada juga citarasa terasi juga. Brilian.’
‘Benar teman, ini juga terasa sedikit manis. Hebat.’
‘Iya, mari kita habiskan.’
BEGO!!

Segala macam benda yang ada tulisannya, pasti saya baca ketika eek. Mulai dari komik dragon ball, koran bokap, NOVA nyokap, BOBO adek saya, sampai brosur KB juga boleh. Yang penting ada yang bisa dibaca, dan tugas itu bisa diselesaikan. Dan dengan itu saya dapat berkata pada dunia, “EEK INI TELAH USAI JENDRAL!!!!”





I’m out*

Selasa, 01 April 2008

- hepi bday to me dan sendal sialan -

Hello temen-temen.
Maap, belakangan ini jarang online.


Here we go..

Minggu kemaren, tangal 30 maret kemaren adalah hari ulang tahun saya. Ehm, saya pikir-pikir ternyata saya sudah tua. Huhuhuhu. demi kepentingan publik, umur dirahasiakan.
Ada sebuah kekosongan yang saya rasakan di hari itu, sama seperti hari-hari lainnya. Namun, untuk sekarang saya enggak pengen ngebahas masalah itu. Biarlah itu menguap, pergi ninggalin saya.


Seperti biasa, hari itu saya juga pegi ke warnet buat sekedar ngunjungin kandang-kandang langganan popok. Gitu udah nyampe warnet, saya langsung buka sendal dan pegi masuk ke dalem warnet dengan riang gembira. Gitu sampe dalem, saya langsung nyamperin si abang yang jagain warnet.
‘Kubikel yang mana bang yang kosong?’ kata saya.
‘Aduh mas, lagi penuh nih. Lagian koneksinya lagi lemot nih mas.’ Jawabnya sambil kayang di tempat.
Saya manggut-manggut.
‘Ya udah deh mas, saya ntar aja baliknya.’ Kata saya lesu.
‘Okeh.’
Lalu tanpa membuang waktu, saya balik buat pulang ke kosan lagi. Namun, ada sebuah benda yang mengusik saya ketika saya berniat buat pake sendal. Benda tersebut adalah sebuah sendal jepit biasa. Namun menarik untuk saya karena warnanya yang enggak biasa. Langsung aja saya pake, maksud hati pengen nyobain.
‘Dek, sendal kamu yang dibawah itu.’ Tiba-tiba pak satpam ngomong ke saya.
saya yang lagi nyobain sendal itu jadi kaget.
‘Maksud bapak?’
‘Itu bukan sendal kamu, sendal kamu yang itu.’ Katanya sambil nunjukkin sendal saya yang berada di atas rak.
Buset nih orang, dia pasti kirain saya pengen nyuri sendal ini.
GUBRAK!
‘Kalo mo tuker, ini aja nih.’ Kata si satpam geblek nyodorin sendal jepit bututnya semena-mena, saya yang belum sempet recover dari tuduhan awal, sekarang malah ditawarin nuker sendal sama dia.
‘Ah enggak pak. Cuman mo nyoba ini.’ Kata saya sambil ngelepas sendal jepit pembawa bencana itu. Sambil tetep pasang tampang sok cool.
Dia diem sambil tetep ngeliat saya dengan tampang curiga.
Lagian, enak aja dia mo nuker sendal saya sama sendal jepit bulukan punya dia. Biarpun sama-sama sendal jepit, kan judulnya beda. Kalo punya dia swallow, punya saya kan Bridgestone!! Set dah, ini sendal jepit apa merek ban truk sih???
Akhirnya, saya pulang dengan pengalam pertama seumur hidup saya dituduh secara brutal menjadi seorang maling sendal.
SETAN!

Kalo ditanya tentang hari ulang tahun itu sendiri, enggak ada yang spesial. Sampe sekarang saya enggak dapet kado dari siapa2. huhuhuhuhu. Biarpun cuman kaos kaki gambar miki mos juga eggak apa-apa deh. Hehehehe. Hayo. Siapa yang mau ngasi saya kado?? Huhuhuhuhu.
Maksa.

Malemnya, saya mabok-mabokan barena seorang temen. Mabok bukan karena kebanyakan makan telor basi, tapi lebih karena minum kopi yang kebanyakan pake gula coklat.

Aniwei.. hepi bday to me..

Kutukan itu masih berlanjut, kawan…
Kekosongan ini mulai membunuh perlahan..

*sigh*





I’m out*

Sabtu, 29 Maret 2008

- uuuuuughhhhhh -

pernahkah anda merasakan perasaan ingin nelen monitor bulet-bulet serta bikin kibod dan cpu nya jadi sate?

saya baru merasakannya teman.. sakit hati saya..

bayangin aja, dari tadi malem saya udah berusaha posting panjang2, tapi gitu mo di publish, malah ilang. gitu diliat di pengaturan posting, enggak ada bekasnya. padahal nih blogspot katanya bisa ngesave sendiri. tapi gitu saya ngetes lagi pake tulisan "woi" doang, eh dia malah muncul.
setan enggak tuh?


huhuhuhuhu..

dan ini terjadi 2 kali teman.. 2 kali!!!!!!!!! nih tangan saya udah gempor nulis panjang2, tapi ilang gitu aja.

setan kredit!!!
setan kolor!!
sompret!!


tauk deh..
saya masi emosi nih..

huhuhuhuhuhuhhuhuhhuh!!!!!!!!!!!!!




i'm out*

Minggu, 23 Maret 2008

- kenapa cewek mandi kudu lama? -

Hai teman-teman..

Maaf, belakangan ini saya jarang update disini dan juga disana (kandang baru popok)

Here we go..

Ada satu pertanyaan yang selama ini membeku di kepala saya. Pertanyaan yang mungkin bisa menguba masa depan dunia, pertanyaan yang mungkin bisa membuat segalanya menjadi lebih indah, pertanyaan yang mungkin memilikki jawaban terindah di dunia.
Nah, pertanyaan saya tersebut adalah : KENAPA CEWEK KALO MANDI LAMA??

Pernah saya berbincang dengan seorang teman. Perbincangan selengkapnya itu adalah sebagai berikut..

‘Kenapa sih, kalo cewek mandi itu lama?’ kata saya nanya ma salah satu temen masa SMA pada sebuah kesempatan langka.
‘Ya.. namanya juga cewek.’
‘Iya. Tapi kok bisa lama? Banget.’
‘Soalnya banyak yang dikerjain.’
‘Kerjain?’ tanya saya dengan beribu pemikiran jorok di kepala dan tak lupa sambil masang tampang penuh semangat (baca : mesum).
‘Iya.’
‘Mang, kalo lo mandi, berapa lama?
‘Tergantung.’
‘Tergantung apanya? Tergantung yang ngintip berapa banyak?’ kata saya ngasal.
‘Yee, sialan lo. Yah, tergantung. Mo keramas ato enggak. Biasanya kalo keramas lebih lama. Apalagi kalo udah luluran.’
‘Mang berapa lama sih?’
‘Kalo gue gak keramas paling 20 menit doang. Kalo keramas mungkin 45 menitan doang. Kalo tambah luluran, bisa SEJAM lebih.’
saya cuman bisa ngangguk-ngangguk denger penuturannya.
Dahsyat.
Takjub.
Sejam cuman buat mandi? Gimana kalo disuruh mandi dan ngelulurin anak gajah? Bisa 2 hari 2 malem kali di kamar mandi begadang terus.
Edan.
Dengan putus asa, saya nanya lagi. ‘Mang apa aja sih yang lo kerjain di dalem sono?’
Dia diem sambil mikir sejenak.
‘Banyak.’ Jawabnya singkat.
‘Iye!Tapi banyak gimana?’ kata saya gak sabar.
‘Ini yah, pertama-tama gue tuh cuci muka dulu pake sabun muka, trus pake pelembab, trus sikat gigi, trus siramin aer ke badan, trus…,’
‘Telanjang?’ saya potong cepet-cepet dengan senyum penuh kemesuman yang tiada tara.

Bletak.
Pala saya dijitak*

Tanpa basa-basi dia lanjutin penjelasannya. ‘Sampe mana tadi? Iya, tadi abis nyiramin aer, gue sabunan, trus gosokin badan semua-semuanya dari atas ke bawah, dari bawah ke atas…,’
‘Lo telanjang ya?’ potong saya lagi, seolah menanyakannya adalah hal paling menggembirakan dalem hidup saya yang memprihatinkan ini.

Bletak.
Pala saya dijitak lagi*

‘Sampe mana tadi? Iya, abis gosokkin badan, gue basuh lagi pake aer. Trus gue sampoan, abis itu dibasuh lagi, trus sampoan lagi, dua kali biar lebih enak, abis itu dibasuh lagi, trus sabunan lagi, basuh lagi…,’
‘Gitu terus sampe kiamat?’ potong saya lagi.
Kali ini dia gak ngejitak gue, cuman melirik dengan tatapan yang saya yakin bermakna : lo-bisa-diam-kagak-dukun-cabul-maniak-disko!!?
‘Nah, abis basuhin badan, trus gue handukan. Abis itu gue pake pelembab lagi. Trus kalo sempet dandan dulu. Abis itu selesai deh.’ Katanya mengakhiri dengan senyum penuh kemenangan.
Sementara, saya yang hanya mendengarkan sedaritadi sambil sesekali membayangkan segala prosesnya di kepala, mengangguk-angguk perlahan. Kalo diliatin dari jauh, mungkin mirip ama maenan patung anjing yang bisa angguk-angguk yang biasanya ditarok di dashboard angkot.

Dan, dengan penuh pertimbangan yang matang, dan didorong sejuta alasan yang mendesak dan memaksa, seolah ini bisa mengembalikan keperjakaan saya lagi, saya pun memberanikan diri unutk bertanya padanya dengan fasih.
‘Sebenernya, lo telanjang enggak sih?’

Bletak—gedebak—gedebuk.
saya dikebiri*



Saya sadar, petikan perbincangan ini gak akan menghasilkan jawaban yang bisa menyelamatkan seluruh dunia.
Mungkin, ini salah satu rahasia terbesar yang ada setelah jawaban akan pertanyaan tentang jenis kelamin dalam kosa kata bahasa Perancis, yang menyebutkan kalo kata (maaf) Vagin* adalah maskulin, sedangkan kata Maskulinitas tersebut adalam feminin.

Saya pamit.




I’m out*

Rabu, 19 Maret 2008

- dosen baruku, dan tag juga -

hai temen2..

akhirnya, mulai senin kemarin, saya bisa berkuliah lagi. libur yang panjang itu, usai sudah. dan, seperti biasa, setiap semester baru, bakal ada mata kuliah baru. sedang, untuk mata kuliah yang masik eksis, dosen pengantarnya yang diganti.

seperti hari ini, mata kuliah wajib di kampus saya salah satunya adalah Bahasa Inggris. semster yang lalu, dosen kelas yang saya masukkin ini cenderung lebih pasif. dapat terlihat dari tingkah lakunya yang kadang suka aneh. mulai dari keluar permisi dengan alasan yang gak kira2 dan membabi buta----dari awal ngeletakkin tas sampe bel pulang bunyi.
serta kegemarannya untut duduk di lantai perpustakaan sambil makan pop mi---gratisan dari koperasi---- sembunyi-sembunyi di belakang komputer.

nah, semester ini, bapak itu enggak masuk ke kelas saya lagi----alhamdulillah.
kali ini penggantinya juga cowok dan bapak-bapak, dan relatif lebih muda. tampilannya mayan nyentrik, dengan seikat rambut yang mayan panjang dan disembunyiin di balik kemeja polo-nya.
dan yang asiknya, nih dosen pinter bawa suasana dengan joke2 garingnya.

'Nama kamu?' tanyanya pada saya.
'Saya pak?'
'Iya. kamu.'
'Wandy pak.' kata saya gugup.
dia ngangguk-ngangguk.
'Kira-kira, umur saya berapa?'
saya langsung mikir, berusaha menebak-nebak.
'40 pak?'
dengan enteng dia menjawab, 'I'll kill you later.'
sekelas ngakak.
saya tersedak.
sableng*

lalu dia beranjak ke teman sebelah saya, dengan pertanyaan yang sama.
'Berapa umur saya?'
'28 pak?' jawab teman saya itu.
'Wah, God bless you.'

GEDUBRAK!!!



wah.. saya dapet tag lagi nih dari sister2 saya yang baik itu. makasi yah mbak. makasi ya ing.


ini yang dari mbak adya..

I'M PASSIONATE ABOUT :
1. tidur
2. ngayal jorok
3. cepet2 slesein kuliah
4. Blogging
5. makan springles
6. musiknya Kenny G
7. find a job
8. punya anak

Mostly I say :
1. sakit perut
2. kebelet pipis
3. pak, udah abis kuliahnya..
4. jangan lupa shalat..
5. Astaghfirullah..
6. ngantuk
7. Damn!
8. samlekum
9. set dah

I've just finished reading :
1. nominal di ATM
2. novel gak jelas
3. novel yang lebih gak jelas
4. teks pilem Tears of the sun
5. Radikkus Makankakus untuk yang kesebelasan kali..
6. me talk pretty one day-nya David sedaris (kereeeeeeeeeen)
7. 2 halaman Al-Qur'an
8. koran sindo

InsyaAllah before I die, I want to :
1. deket dengan Allah SWT
2. Lebih deket lagi ma Allah SWT
3. lebih, lebih dan lebih deket ma Allah SWT
4. bahagiain Papa ibu
5. ngejamin kebahagiaan icha (adikku satu2nya)
6. ikhlas
7. jadi ahli syukur
8. punya anak

I LIKE To listen to :
1. Suara aszan di SCTV tiap subuh
2. Suara perut
3. suara bel pulang
4. suara nada pesan masuk
5. musiknya Kenny G
6. semua lagu jadul
7. suara orang marahin aku yang males makan
8. suara malaikat buat aku cepet tobat

Last year I've learned :
1. Allah sayang aku
2. aku bukan apa2
3. gak ada yang peduli aku
4. sakit maag itu gak enak
5. aku masih perawan?
6. belajar itu penting
7. cewek itu racun
8. kesepian


nah, ini dari neng ing. tengs yah sist..




Dear Friends and co-bloggers lets play-game-tag to tag- “pass it to the front”
Heres the Rules :* First copy and paste it.* Do not remove any content.* Just add One word related to your blogs.* If you don’t like the concept Pls! say no?* Our main goal is we are going to circulate our number of friends.* The more people join the “pass it to the front” the more links we generate.* Lastly write only one word “short” for your blogs…* Keep it simple and short,i know some of you have more than one blogs.* The color is only black, gray, or white plssss avoid using any color okies.

Let me show you :1.-Filipina,2.-Stories,3.-Abroad,4.-Husband,5.Gagiers, 6. Life, 7. Everything, 8. Offer, 9. Moments, 10. Journey, 11. Simple, 12. ABaLe, 13. Eucalyptus ,14. .: ing :. popokyangbaikhati

baidewei..
makasi ya guys..




i'm out*

Minggu, 16 Maret 2008

- kopi manis itu pahit -

PERHATIAN : mungkin ini sambungan dari postingan kemaren. Tapi, tetap, cerita ini tanpa ending yang mudah untuk bisa dipahami, karena mungkin kisah ini belum diakhiri bahkan BENAR-BENAR dimulai.




Hamparan hutan yang mulai gundul selama 3 jam perjalanan terakhir, kini telah berganti dengan barisan ruko-ruko yang sibuk dengan segala kegiatan penghuninya. Tumpukkan alang-alang di teduhnya pinus tadi, kini berganti dengan suara bising segala macam kendaraan yang memaksa saya untuk tetap berpikir. Entah berpikir tentang apa. Namun saya berusaha tetap berpikir, mengimbangi tuntutan ego yang tak pernah berhenti menjamah dan mencaci dengan membandingkan diri ini pada sebuah kenyataan yang—---memang—---membunuh perlahan.

Bus kini telah memasukki stasiun. Sebuah stasiun yang tidak begitu besar, dan tidak juga kecil. Stasiun ini lah, tempat dimana terakhir kali saya bertemu “dengannya”. Dengan “dirinya” yang mengecup punggung tangan ini pelan di saat saya harus pergi. Pergi pulang, kembali pada rutinitas penuh kebohongan. Pada rutinitas yang akhirnya memisahkan kami.

Saya kini tengah berhadap-hadapan dengan abang-abang germo sesaat setelah sepasang kaki berlindungkan sendal ini menyentuh tanah dari kota dimana sempat saya titipkan segala harapan.
‘Ade sekarang mau kemana?’ dia bertanya pada saya yang sedang sibuk memperhatikan celotehan para supir taksi dan tukang becak yang berbaur mencari rezeki masing-masing dari mereka yang baru tiba di kota itu.
‘Saya eggak tahu bang. Mungkin ke rumah temen.’
Dia mengangguk.
‘Oke, kalo gitu saya balik duluan ya de. Semoga sukses. Ingat, pertahanin cinta kamu, selama kamu rasa itu benar.’ Katanya seolah telah khatam dan mengerti tentang semua yang saya rasakan. Meskipun, saya akui dia memang enggak salah dengan segala spekulasinya itu.
‘Iya bang. Salam ma keluarga abang.’ Kata saya mencoba tulus.
‘Salam juga untuk cinta kamu.’
‘Insya Allah.’
Pertemuan singkat kami diakhiri dengan jabatan erat, layaknya seorang sahabat lama. Timbul penyesalan mendalam dalam hati, ketika saya menyadari ternyata dia adalah orang yang baik, dengan segala kekurangannya—yang sok tahu—itu.
Kita memanng terkadang lupa, cara terbaik menilai sesorang.
Kita selalu mencoba berusaha paham pada semuanya, disaat kita menjudge seseorang itu baik atau tidak, dengan hanya penilaian yang berdasar pada kenyataan yang mungkin semu. Kurang ajarnya kita, disaat kita udah mulai berani mengkotak-kotakkan manusia dalam beberapa jenis dengan bermodalkan skala tanpa ketetapan yang mungkin hanya dimilikki oleh-Nya. Padahal, hakikinya kita semua sama. Hal ini yang selalu luput dari ingatan yang telah dibutakan nafsu dunia.


Sekarang, saya hanya terdiam. Mencoba memikirkan cara terbaik untuk memulai semuanya, hari ini.
Tanpa sadar, kaki ini telah membawa saya ke dalam sebuah warung kopi pinggir jalan yang mulai ramai oleh manusia dari berbagai kelangan, mulai dari tukang becak berbaju lecek hingga orang kaya bergaya necis yang turun dari Land Cruiser mewahnya. semua berbaur, menjadi satu. kebersamaan.
Kemajemukkan yang indah.
Secangkir kopi hitam----yang sengaja saya pesan dengan gula ekstra----tanpa ampas telah tersaji manja di hadapan. Menggoda untuk sekadar diperhatikan. Perlahan, saya mulai menghirup kopi itu.
Kenikmatan dari secangkir kopi yang hanya saya dapatkan disini, di tempat ini.

‘Halo.’ Kata saya pada sebuah sambungan telepon dengan seorang sahabat.
‘Halo. Ada apa?’ jawabnya.
‘Aku udah “disini”, bisa jemput aku?’
‘Kok tiba-tiba? Ya udah, tunggu sebentar disana. Aku jemput.’

Entah kenapa, kopi nikmat itu serasa lumpur ketika saya sadari, kini kedatangan ini, tidak diharapkan olehnya.
Tak seperti biasa, kali ini saya tidak mampu menepis pemikiran itu. Saya sadar, saya jatuh. Ke dalam sebuah teater besar tentang realita yang berakhir pahit, sepahit kopi manis itu.


Ps: cerita ini ENGGAK ada moral of the story-nya. Hanya sebuah kejadian luar biasa pada manusia biasa. Saya.





I’m out*
gambar dari sini.

Kamis, 13 Maret 2008

- sebuah perjalanan di masa lalu -

PERHATIAN : post kali ini mayan panjang dan mempunyai ENDING yang gantung. ini salah satu bagian dari hidup saya, yang sedang saya coba untuk rangkaikan.




‘De, mo kemana? Udah ada tiketnya?’ tanya seorang bapak-bapak yang saya sinyalir adalah seorang supir bus atau mentok-mentoknya calo tiket musiman.
‘Udah pak.’ Kata saya sambil senyum sekedarnya.
Lantas bapak itu pamit ninggalin saya, dengan segaris kekecewaan di matanya.
Sepeninggalan tuh bapak, saya inisiatif untuk ngelapor tiket yang saya punya ke loket yang ada gak jauh dari situ.
‘Pak, ini.’ Kata saya pada seorang bapak botak yang ada di balik kaca loket.
Tanpa melirik, dia segera mengambil tiket yang saya sodorkan, dan mencocokkan dengan buku setebel pintu kulkas yang ada di hadapannya.
Sambil nunggu itu bapak melakukan tugasnya, saya ngiderin pandangan ke dalam kantor tempat dimana loket itu berada. Kantor itu lumayan besar, tampak sebuah Plasma TV besar yang menggantung di dindingnya, menimbulkan kesan mewah dari sana.
‘Ini de tiketnya. Nomer platnya ini.’ Si bapak menunjukkan nomor plat bus yang bakal membawa saya bertemu dengannya.
Ketemu dengan dia yang saya sayangi, seenggaknya saat itu.

Sekarang? Mungkin, meskipun... ah, sudahlah.


saya melirik jam di ponsel monokrom yang saya punya. 21:05. masih ada sekitar setengah jam lagi, sebelum akhirnya saya berangkat.
Selanjutnya, saya langsung beranjak ke ruang tunggu di sebelah loket. Dan duduk di salah satu bangku kosong disana. Tak jauh dari tempat saya duduk, ada sepasang paruh baya yang terlihat begitu jumawa. Si ibu yang berjilbab itu sadar sedang saya perhatikan, balik ngeliat ke arah saya, dan tersenyum. saya pun tersenyum.

Gak tau mau ngapain, saya ambil sebuah mp4 dodol yang saya milikki yang mereknya pun saya enggak tau apa. saya mengambilnya dari dalam tas lusuh yang selalu saya bawa, yang telah menemani saya sejak kelas 3 SMA, dan beli dari hasil korupsi uang bimbel saat itu. buka aib*

Sayup-sayup dari Headset yang saya pakai, terdengar lagu yang dibawain mbah Sting judulnya Englishman in New York.

I’m an alien..
I’m a legal alien..
I’m Englishman in New York..


Mendadak saya juga merasa seperti seorang alien.
Seorang alien yang bodohnya terdampar di negeri tanpa arah, terdampar pada sebuah kumparan kenyataan tanpa harapan. Terdampar di dunia yang tidak mengijinkan makhluknya untuk berharap lebih. Tiba-tiba saya merasa kesadaran ini terasa disedot ke dalam. Ke dalam semua pemikiran yang beberapa waktu belakangan ini membebani.
Terlintas sebuah pertanyaan konyol lagi di benak saya ; “sedang apa saya disini? Untuk apa saya pergi? Sementara kedatangan saya enggak pernah diharapkan olehnya. senggaknya saat ini”

Ah, biarlah…

Cepet-cepet saya tepis pertanyaan atau mungkin sebuah dakwaan itu dari kepala. Seenggaknya, mungkin ini bisa datengin pemecahan dari semua pusaran permasalahan ini. Mudah-mudahan, pengorbanan saya pinjem duit kanan-kiri di akhir bulan ini----biar bisa beli tiket bus---gak sia-sia.




Bus yang saya tumpangi sudah mulai meninggalkan kota. Kini saya duduk di salah satu bangku di pinggir jendela, bersebelahan dengan seorang abang-abang yang tampilannya lumayan necis, persis gaya germo-germo negro di amrik.

‘Sendiri aja de?’ tanyanya.
‘Iya bang. Situ?’
‘Sama. Oh ya, saya baru dari Malaysia loh.’
saya lumayan kaget dia ngomong gitu. Maksud apa dia coba promosi gitu? Pamer?
saya cuman ngangguk-ngangguk aja, dan mulai merasa keganggu. Sejenak, saya merasa dia seperti berusaha membujuk saya untuk menjadi seorang TKI.
‘Disana enak loh de.’
‘Iya bang?’ kata saya berusaha terlihat tertarik.
‘Ya iya dong. Enak, gak kayak disini.’ Katanya penuh semangat. ‘Disana tuh kan de, gedungnya besar-besar, kotanya juga bagus blablabla…’
saya ngangguk-ngangguk. Sambil dalem hati mengutuk.
Sial. Maksud hati gue pengen merenung selama perjalanan kayak di pilem-pilem Korea, atau sekedar mengadu pada bulan tentang apa yang saya rasain.

‘Disana juga makanannya enak de blabla…’ si abang germo dodol masih ngoceh.
saya terpaksa nahan senyum dalam posisi sempurna.
lama-lama saya denger nih germo ngoceh, bisa-bisa saya dateng bulan beneran.

‘Nanti kalo ada rezeki, saya mau kesana lagi de.’ Katanya lagi.
‘Iya bang? Bagus deh.’ Kata saya sengaja rada ketus, biar dia berasa kalo dia udah ngeganggu ketentraman umat sedunia.
‘Ade juga, kalo ada duit kesana gih.’
‘Eh. Iya bang.’
set dah.
Sekarang saya dan dia terlihat seperti sepasang homo belum disunat. Sesekali saya menyadari, bulu roma saya berdiri bergantian.

Terlihat secercah harapan di mata saya, ketika dia mulai terlihat seperti hendak bersiap-siap untuk tidur dengan bersandar di kursinya. saya pun langsung siap-siap mau pasang headset----dengan senyum mengembang tentunya.

‘Ade ada urusan apa mau “kesana”?’
Belum ada 5 menit diem, nih germo nekat ngomong lagi. saya sadar, dia nanyain tujuan saya dateng ke kota itu. Tempat yang kita sama-sama tuju.
‘Ke rumah temen bang.’
Dia diem sejenak, dan mulai menyingkapkan selimut menutupi separuh badannya.
saya mulai senyum-senyum lagi berharap kali ini dia tidur beneran.
‘Pacar?’ tanyanya lagi tiba-tiba.
‘Maksud abang?’
‘Iya, temen apa pacar?’
‘Oo.. ehm, ya gitu.. Pacar juga disana. entah saya dianggap atau enggak. saya gak peduli, yang penting saya sayang dia.’
Dia diem lagi. saya jadi tambah curiga.
‘Hebat kamu de.’
‘Maksud abang?’
Dia diem lagi, tampak berpikir.
‘Kamu hebat. Gigih pertahanin hubungan kamu, meskipun jauh. meskipun kamu tahu, keberadaan kamu entah dianggep atau gak.’ Katanya jumawa.
saya diem. Sedikit tersentak mendengar penuturannya.
‘Perjuangin terus. Siapa tahu, itu jodoh kamu.’ Dia melanjutkan ucapannya.
saya replek melihat ke arah langit di luar jendela.
‘Iya bang.’ Kata saya yakin.
Dari ekor mata, saya bisa melihat dia tersenyum. Selanjutnya, dia mulai mendekap kepalanya ke dalam selimut.
tertidur.

saya speechless saat mengingat ucapannya. Bener yang dia bilang. saya harus bisa perjuangin apa yang saya anggep bener. Dan yang paling penting, mudah-mudahan semua yang saya perjuangin ini bener.


Bus yang saya tumpangi meluncur cepat di jalanan yang sedikit basah oleh gerimis sore tadi. saya hanya mencoba menikmati pemandangan malam ini yang terpancar dari kaca jendela.
Deretan pohon-pohon dan rumah yang ada di pinggir jalan, membentuk sebuah siluet semu yang sekejap tampak nyata. Lantunan musik mellow terdengar dari balik headset yang saya kenakan.
Tapi tiba-tiba musiknya mati.
Langsung saya cek si mp4 dodol dengan dendam kesumat berlebih.
Error.

BLETAK.
Banting mp4 ke pegangan tempat duduk*
Musik maen lagi.
saya coba buat tidur.





saya terbangun tepat pada saat bus berhenti di sebuah mesjid di daerah landai setelah dua pertiga perjalanan itu terlampaui. Sekilas saya lirik jam di hape, jam 6 kurang 10, waktu subuh udah masuk. Segera saya pake sendal, dan bergegas keluar sholat. Si abang germo di sebelah saya udah gak ada, kayaknya udah keluar duluan. Selangkah keluar dari bus yang amat sangat dingin dengan AC pool-poolan, badan saya merinding lagi diterpa angin subuh yang lebih dingin tentunya.
Gak butuh waktu lama, sampai saya selesai menunaikan kewajiban dan kembali duduk manis di bus. Badan saya gemeter hebat. Dinginnya pagi di luar sana, membuat dinginnya AC di dalam bus serasa lebih hangat.

Bus melaju lagi di jalanan yang basah. Menurut perkiraan saya, butuh sekitar 3 jam lebih lagi buat sampai “disana”. Sisa jalan kali ini, terdiri dari jalanan pegunungan yang berhiaskan hutan yang mulai gundul di antara lembah-lembah curam.
Sambil mendengarkan lagu dari mp4, pikiran saya telah melayang jauh "kesana". Ke tempat yang hendak saya datangi. Wajahnya, melintas hilir mudik tak terbantah. Ada perasaan takut dan gugup, bahkan dengan hanya mengkhayalkannya. Jujur, firasat saya gak baik tentang kepergian kali ini, tentang kedatangan saya yang gak diharapkan olehnya, itu pasti. Seperti biasa, cepat-cepat saya tepis pikiran itu.

Mentari mulai mengintip dari ufuk timur. Pohon-pohon pinus yang tumbuh jarang di lembah, bermadikan embun yang setia menemaninya. Barisan awan berwarna cerah cemerlang, membentuk parade keindahan-Nya yang hakiki.
saya hanya bisa menyaksikan itu semua dari balik kaca jendela.

I’m an alien..
I’m an legal alien..
I’m Englishman in New York..

Kesendirian yang coba saya elakkan, mendekap kembali. Mendekap begitu erat, hingga hela nafas saya tak lagi berirama. Kesepian yang selama ini saya benci, mendadak menjadi begitu akrab. Menyudutkan batin ini dalam sebuah eksekusi perasaan. Ingatan tentang “dia”, kembali berkelebatan di tingkat kedua kesadaran saya tanpa pernah ada kesadaran tingkat pertama untuk menyandingkannya. Membekaskan sebuah lubang penuh luka, tanpa pernah ada upaya untuk sembuh dan lepas dari jeratan ini.


saya hanya menjaga.
Menjaga hati, sampai tersingkapnya tirai kebenaran tentang sebuah penantian panjang.
Bukan tentang saya, atau mungkin tentang dia.
Tapi, tentang “kami” dan perasaan itu.



Tiba-tiba, satu bab di buku ‘Cinta Brontosaurus’-nya Raditya Dika, bermain di benak saya----yang mencoba buat tersenyum.





i'm out*

Selasa, 11 Maret 2008

- saya kembali -

maapkan saya ya, yang hiatus tanpa pamit ya mbak-mbak, abang-abang..
ampun..
mungkin karena kelamaan hiatus kemaren, jadinya sulit buat saya mulai lagi. sebenrnya, saya juga gak gitu mellow-mellow amat----sama sekali ENGGAK. cuman, memang kemaren dan juga malah sampe sekarang, kondisi badan saya kurang sehat, mayan meriang tiap malem. bahkan MAAG sialan ini juga tak kunjung membaik, yang mengakibatkan saya selalu muntah-muntah sehabis makan, udah kayak ibu-ibu ngidam gayanya.

namun, akhirnya hasrat untuk berbagi cerita ini, gak sanggup juga untuk saya bendung..
dan untuk semua yang peduli, saya ucapkan terima kasih..

^sembah sujud untuk kalian semua^


here we go..

udah sekitar seminggu belakangan ini, tidur saya amat sangat gak nyaman sekali. belum lagi penyakit insomnia biadab ini sembuh, malah ditambah lagi dengan masalah kasur angin milik saya tercinta yang beli di carrefour (bener gak tulisannya?) dengan pinjem uang nyokap beberapa minggu yang lalu, telah bocor dengan indahnya. memang sih, bocornya gak parah-parah amat. masih bisa ditanggulangi dengan saya pompain sebelum saya tidur. tapi, FYI, pompa yang saya milikki bukanlah model pompa elektrik yang tinggal dicolokkin semudah penggunaan blender nyokap. sedang pompa kasur yang saya milikki cenderung seperti pompa yang dipake abang-abang tukang balon yang sering mangkal di pasar malem. jadi, saya gak perlu lagi ke fitness center buat bentukin lengan, tinggal pompain nih kasur tiap malem----dan kadang-kadang subuh-subuh juga----udah cukup. tapi, boro-boro bisa ngebentuk lengan kayak lengan popeye the sailorman, yang ada malah lengan saya jadi gempor menaun, dan beresiko berubah bentuk menjadi seperti betis monyetnya si buta dari gua hantu.

seperti gak cukup dengan masalah kasur geblek itu, seperti telah saya ungkapapkan di atas, hari-hari saya belakangan ini juga disibukkan dengan penyakit maag yang gak kunjung bisa sembuh.
ya, gimana juga bisa sembuh ya? kalo saya tuh biasa baru sarapan gitu jam 7 malem, dan makan siang pas waktunya orang pada sahur buat puasa senin-kamis.
jadi salah sapa dong? salah perutnya? atau salah saya yang memang geblek sok kecakepan nahan-nahan laper?
gak usah dijawab, nenek-nenek salto juga tau kalo itu salah saya sendiri.

dan, demi----masa depan dunia persilatan----diri sendiri, kayaknya udah tiba buat saya untuk bisa sedikit lebih disiplin. lebih bisa menjaga diri sendiri.
selama ini, saya hanya sibuk memberontak pada-Nya tentang kesendirian ini, selama ini saya hanya sibuk meratapi kesepian kronis yang saya milikki tanpa memikirkan apa yang telah saya dapat lewat kebaikkan-Nya yang berlebih.
namun sekarang, saya harus berubah.

SAYA HARUS BERUBAH!!! ini demi kebaikkan saya juga kan?


alhamdulillah, akhirnya saya bisa plong dengan kembali berceloteh disini. utang dengan beberapa sahabat juga udah impas. sekali lagi, makasi ya guys udah mau peduli.




i'm out*

Rabu, 05 Maret 2008

- spektrum penat -


entah kenapa saya mendadak mellow..
pengen diem bentar, sampai pemikiran bisa sedikit tertata..
meski gak harus kemana-mana..
spektrum penat ini mulai mengurungku..

sigh*
sambil garuk-garuk aspal...




dapet tag dari mbak adya nih.. makasi ya mbak..



DOMINO TAG INTERNATIONAL



~~Begin Here~~

This is the easy way and the fastest way to :
1. Make your Authority Technoraty explode.
2. Increase your Google Page Rank.
3. Get more traffic to your blog.
4. Makes more new friends.
Rules :
1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.
2. Put your own blog name and link.
3. Tag your friends as much as you can..
Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, Vivek, Novee, DJ Jojo, Adya , popok

~~END HERE~~

Rule: Copy the entire list and add your name at the bottom. Tag at least 5 friends..!
Thea, Childstar, Mike, Abie, Aggie, Alpha, Apple, Apols, jacqui, Jane, Jodi, Joy, Kelly, Mich, Peachy, Joey, All in Korea, Umsik, Ideal Pink Rose, Ricka, Rickavieves, weblink, Cheers, Gerl, Gentom, Ging, Munchkin, Geneveric, Kavin, Mars, JK, Vivek, Novee, DJ Jojo, Adya, popok




i'm out*

Minggu, 02 Maret 2008

- kesialan yang sempurna -

perhatian : sebelum anda sekalian kurang kerjaan membaca post saya kali ini, disaranakan tidak dalam keadaan baru makan ataupun sedang makan. dikhawatirkan, terjadi hal yang tidak diinginkan (pipis di celana, muntah di tempat. red). atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.



beberapa hari yang lalu, saya mengalami sebuah kesialan yang sempurna. here we go...,

beberapa hari yang lalu itu, pada sebuah senja yang indah. angin sepoi-sepoi menerpa perlahan dari sela-sela dinding yang kokoh berdiri di samping jemuran. saya melirik jam di ponsel. 04:20. astagfirullah, dzuhur udah lewat. iya, saya memang ketiduran. lebih tepatnya, memang sengaja tidur. tidur dari subuh. jadi, kalo diitung-itung, ada mungkin saya tidur selama 10 jam lebih. anda semua jangan terkejut, sebagai seorang nokturnal sekelas batman cangkokan, saya memang baru bisa tidur setelah adzan subuh mengalun bersahut-sahutan di dinginnya pagi.
kembali ke permasalahan di atas, dengan setengah hati saya bangun dari kasur. dengan segenap nyawa yang baru terkumpul, saya mulai melakukan perengangan yang lebih mirip dengan senam ibu-ibu hamil.
tiba-tiba, saya merasakan sesuatu yang sangat dahsyat dari daerah 'konflik' (baca : selangkangan), sensasi yang menggugah nalar untuk ditelaah. setelah otak yang sebanding dengan komputer pentium 2 milik saya ini memprosesnya, saya tahu sensasi apa yang gerangan terjadi disana, yaitu : SAYA KEBELET PIPIS.
jadi dengan berat hai, saya putuskan untuk menyegerakan ke toilet secepatnya, bermaksud sekalian berwudhu.

dengan derap langkah layaknya prajurit karbitan, saya setengah berlari menuju kamar mandi untuk menunaikan tugas mulia itu. setelah membuka pintu, saya langsung masuk tanpa menguncinya. 'bentar ini' pikir saya saat itu.
dan disinilah kesialan itu berawal. dengan kecepatan cahaya saya menyingkapkan boxer corak norak yang saya kenakan. dan saya mulai menuntaskan 'dendam kesumat' itu. berikut kronologisnya --->

detik pertama : semua masih lancar, wajah sumringah
detik kedua : semua masih terlihat wajar. si tit** masih bekerja dengan semangat.
detik ketiga : naluri binatang jalang yang saya milikki menyadarkan bahwa sesuatu yang aneh akan segera terjadi.

tiba-tiba..
klek, cieeeeet-----
astagfirullah, pintu kebuka. tiba-tiba si pak Z udah nongol di depan toilet. FYI, pak Z adalah orang yang ngejagain kos-kosan saya.
dalam beberapa jenak, semuanya kelihatan seperti adegan slow motion dan menyebabkan pandangan saya jadi rada blur. mata saya dan mata pak Z bertaut-tautan, seperti di film-film Hindi tahun 90'an. si tit** masih bekerja dengan semangat, mungkin masih separoh jalan. akhirnya setelah saya sadar apa yang tengah terjadi, replek saya masukkin si tit** kembali ke habitanya di daerah rawan 'konflik' itu. sementara, dia masih belum selesai menunaikan tugasnya.
maka, dengan indahnya dia (si tit**. red) mengucurkan sisa-sisa minyak bumi secara brutal di dalam sana. hangat. luar biasa. pasrah.

pak Z yang masih terbengong di depan pintu, langsung masang tampang cengok tiada tara. hingga akhirnya dia menutup pintu setelah mengucapkan maaf sekedarnya.
dan saya? iya saya sukses ngompol di celana. dan saya tidak perawan lagi. perfect.

sampai post ini dibuat, sekitar 3 hari dari hari kejadian, saya jarang sekali bisa bertemu dengan pak Z. yang biasanya tampang dia dimana-mana, sekarang nyaris enggak pernah ketemu. mungkin dia malu. atau jangan-jangan dia demen. Masya Allah.
hiks.


saya baru dapet tag nih dari si uni anggangelina. makasi ya ngga. Hip Hip HOREEE..... ini dia :


~~Begin Here~~

This is the easy way and the fastest way to :

1. Make your Authority Technoraty explode.

2. Increase your Google Page Rank.

3. Get more traffic to your blog.

4. Makes more new friends.

Rules :

1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.

2. Put your own blog name and link.

3. Tag your friends as much as you can..

Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, vivek, Novee, Ichaawe, anggangelina, popok *ADD YOURSELF HERE!!*

~~END HERE~~


Copy the entire list and add your name at the bottom. Tag at least 5 friends..!

I would like to share Both of That Domino Tag to .... mbak aDya, Ajenk, novia, dee"violet viola" dan mama anne dan ghani. terima ya guys.




i'm out*
gambar dari sini.


Jumat, 29 Februari 2008

- ada apa dengan cinlau? (tidaaaaakkkk....) -

PERHATIAN sebelum membaca : dalam kesempatan kali ini saya TIDAK BERMAKSUD untuk NGEGOSIP. suer.


akhir-akhir ini, saya merasa amat sangat kurang sehat. badan rasanya meriang mulu, gampang capek, bawaanya kalo laper, pengen makan, kalo haus pengen minum, apalagi kalo kebelet, pengennya ke WC mulu ^ya iyalah^. alhamdulillah, tadi malem ntah kesambet apa, saya bisa tidur cepet tanpa harus merasakan efek jelek insomnia kurang ajar itu. dengan indahnya, saya bisa tidur jam 11-an. rekor dunia telah terpecahkan, tapi dunia-nya dunia persilatan ^garing^. hehe...,

sekitar jam 6 saya bangun, dan menunaikan sebagian kewajiban. setelah semua itu kelar, saya segera menyalakan TV.
jreng!!!
inpotainmen dimana-mana.. inpotainmen dimana..
terpaksa deh, di tonton juga.. huh! ^padahal doyan tuh^

sepanjang pagi hingga siang tadi, ada satu hal yang menganggu pemikiran saya untuk membahasnya.
yang pertama ada di acara Dorce Show yang tayang di TRANSTV yang konon katanya udah lebih 1000 episode itu, mendatangkan bintang tamu Shanti (salah satunya), dan entah apa sebabnya dia malah ngomong gini : "kalo Cinta Laurah bilang, gak ada ojek jalan becyek blahblah...,"
ucapan Shanti tersebut, disambut oleh riuh rendah tawa para audiens yang didominasi oleh ibu-ibu PKK itu, yang notabene adalah para anggota laskar pembela Cinlau.
yang kedua ada di acara Ngobrol di TVone atau LATIVI (dulunya) yang dipandu oleh Ronald Surapraja-nya Extravaganza dan Deswita Maharani yang mendatangkan bintang tamu dari mantan presiden Republik mimpi, seperti Gus Pur, ibu Megakarti dan H. Budi. dan juga entah karena apa, Ronald dan Deswita lantas ngomong gini nih : "Coba ada Cinlau, pasti bilang udah ujyan, becyek gak ada ojyek blahblah...,"

what the hel*??


sebenernya ada apa sih dengan Cinlau? kenapa bila ada forum pembicaraan atau apapun bentuknya yang tengah membicarakan dirinya (cinlau. red) pasti bakalan rame, serame antrian orang beli minyak goreng bersubsidi di pasa induk atau orang demo di bundaran HI.
kenapa? kenapa oh kenapa?
apa ada yang selah dengan dia? selain gaya bicaranya yang membuat perut saya rada mual saat mendengarnya berbicara. oops. sorry cin...,
saya ini adalah penggemar sejati Cinlau. suer werkewer-kewer. dia itu saya banget. kalo gak percaya, belah dada saya, belah dada saya. ^berlebihan^

intinya, seaneh apapun logat yang dia bahasakan yang bisa kita tangkap dengan telinga ini, dia tetap berani menunjukkan perbedaan. tanpa menghiraukan cemoohan orang lain. dia tetap maju, dan meninggalkan meraka yang mengusik. menjadi artis ternama (apalagi dikalangan ibu-ibu) adalah sebuah bukti, DIA BERHASIL (kalo gak percaya, liat aja gambarnya). sedangkan mereka yang mencemooh??



semoga ini bisa jadi cerminan buat kita. amien



ps : kepada ibu-ibu penggemar mati Cinta Lawrah, maafkan saya. saya tidak ada maksud apa-apa. sungguh. saya sama seperti kalian. saya pemuja Cinta Lawrah. bener. jangan keroyok saya yah. peace, love and gaul.

ps-nya ps : Innalillahi wa innalillahi roji'un. telah berpulang ke Rahmatullah, H. Bangun Sugito/Gito Rollies. semoga arwah beliau bisa diterima disisi-Nya. disisi Allah SWT. Amien ya Rab..





i'm out*
gambar dari sini.

Rabu, 27 Februari 2008

- pilihan hidup -

sebuah malam pada bulan Ramadhan yang lalu;

'pesen apa bang?' seorang pelayan sebuah rumah makan bertanya pada saya.
'nasi ayam deh bang. ada kan? jawabku balik nanya.
'wah, maap mas. udah abis.'
lalu saya memalingkan muka pada si X, temen satu kosan saya. 'Kamu makan apa X?' tanyaku padanya.
'Apa yah bang? saya ikan goreng aja deh.' sahutnya.
'2 deh mas' saya menimpali.

lalu, kami pun beranjak ke sebuah meja kosong, di pojokkan warung tenda itu, tepat di depan TV yang udah jadi langganan ASTRO dan sedang menyiarkan Liga Inggris. sembari menunggi ikan selesai dimasak, si X tiba-tiba ngajak ngobrol.
'Bang...,' katanya sembari menyentuh pundak saya.
saya yang sebenernya masih sangat mengantuk, mendongak terpaksa. 'ada apa X?'
'Tau gak bang, Pak Z itu belum kawin lho.' katanya membahas Pak Z, bapak yang menjaga kosan kami.
dalem ati saya mikir, 'Buset dah nih anak, malem-malem gini, malah ngajakin ngegosip.'
'Buk V juga.' sambungnya, sebelum sempat saya menjawab pertanyaannya yang pertama.
saya langsung shock. FYI, kosan saya ini dijaga oleh 2 orang bersaudara yang udah paruh baya, yang kalo dikira-kirain umurnya ada sekitar 50 tahun lebih.
'Kamu tahu darimana X?' tanyaku menanggapi penasaran.
lantas si X mulai menjelaskan, bahwa dia tahu dari keponakkan mereka yang tinggal di rumah sebelah kosan kami. dari si keponakkan itu juga, dia tahu kalo ternyata si Pak Z itu adalah seorang sarjana Fisika, dan buk V adalah seorang dokter. hal ini sangat membuat saya heran. kenapa? karena, setahu saya, sekarang mereka tidak bekerja sesuai bidang mereka lagi, biarpun ada kemungkinan kalo mereka udah pensiun. sekarang, Pak Z, kerjanya cuman nyuci pakaian dan Buk V yang nyetrika.
kalo dipikir, sayang banget yah? bukan cuman latar belakang pendidikan mereka yang sebenarya cukup mentereng itu yang mereka sia-siakan, bahkan kesempatan mereka untuk berkeluarga pun enggak mereka pergunakan.

saya kadang kasian liat mereka. saya sering mendapati pak Z duduk sendirian di teras dengan pandangan kosong ke arah jalanan. begitu juga dengan buk V. padahal, sebenarnya mereka bisa lebih bahagia di masa-masa tuanya.
namun, mungkin aja ini hidup yang mereka mau. seenggaknya, mereka pernah memilih, dan mungkin ini pilihan yang mereka anggap terbaik buat diri mereka.

ikan goreng telah tersaji manggoda di hadapan, setelah saya tersadar dari lamunan. dengan pikiran yang masih menerawang, saya tunaikan sahur hari ini diawali dengan lafaz Basmallah dan niat puasa. saya yang masih berpikir. mencoba berpikir.
hari itu, ikan yang saya makan, terasa aneh, tidak asin atau gurih seperti biasanya. saya merasa ada sebuah kebimbangan disana. ada sebuah rasa penasaran disana.

kantuk itu entah hilang kemana. berganti secuil pemikiran tentang hidup. hidup yang saya ingini.




i'm out*


ps : pemberian nama X, Z dan V pada tokoh di atas, BUKAN dengan maksud merahasiakan kati diri mereka. tapi, karena saya yang dudul lupa nama mereka. peace.

- rubah dong pola hidup lu! -

hai temen2..
maaf, baru mosting cerita baru sekarang..
maaf..

here we go..

'Ndy, rubah dong pola hidup kamu yang sekarang.'
saya kaget ditodong pertanyaan atau mungkin pernyataan dari Ami, salah seoarang sahabat yang anak kedokteran itu.
'ehm, mang napa mi?'
'Gak sehat tauk! coba deh, kamu ceritain tentang pola hidup kamu sekarang.'

hening beberapa jenak.

'Ehm, ya gimana ya mi? kadang tuh, aku males banget makan. sehari bisa cuman sekali, itu pun malem2 doang. dari pagi sampe malem, cuman minum aer doang.'
'Mending kamu tuh niat puasa aja, biar dapet pahala. trus efeknya gimana?'
'Ya gitu, maag aku tuh makin parah aja. kalo abis makan, bawaanya kayak orang hamil anak hasil perselingkuhan, bawaanya pengen muntah mulu mi.'
'Tau gak ndy, lambung kamu bisa bocor kalo terus-terusan gitu tauk!' katanya dengan mimik serius.

JEDER!!!
lambung bocor??
TIDAAAAAAK!!!!!

'Serius mi?' kata gue enggak percaya dan berharap itu cuman bohong.
dengan mimik yang diserius-seriusin supaya terlihat seperti tabib profesional, dia langsung ngomong, 'ya bisa lah. cara kerjanya tuh gini, lambung kamu tu kan ga disiis bla bla bla....'
'Trus gmna dong?'
'Hidup sehat dong!'
'Caranya?'
'Makan itu harus 3 kali sehari. pagi jam 7 sarapan, siang jam 1 makan siang, malam jam 7 makan malem. paling lambat 2 jam dari waktu yang udah dijadwalin.'
'Set dah! aku tuh jam 7 pagi baru mulai tidur malem. jam 1 siang aku bangun tidur. jam 7 aku juga tidur sore.'
GUBRAK!!!
gue yakin pasti dalem ati si Ami udah ngomong, 'ini orang manusia apa siluman beruang sih tidur mulu job-nya?'


malemnya, saya enggak bisa tidur. bukan, bukan karena mikirin perkataan Ami itu, tapi lebih karena saya nonton bola, dan juga insom itu mulai membunuh perlahan. dalem ati saya bertekad, besok jam 7 kudu sarapan. namun boro-boro mo sarapan, bangun aja saya enggak, secara jam setengah 7 baru bisa tidur.

lama-lama, bukan lambung saya aja yang bocorm nih otak juga bakalan expired kalo penggunaannya kayak gini terus. kapan ya saya bisa berubah?

sigh*





i'm out*

Senin, 25 Februari 2008

- infotainment, wajah kita? -



Cek & Ricek, Kabar-kabari, Kroscek, Bibir plus, Silet, GO spot, dan kawan-kawannya yang seubrek-ubrek...

kalo dihitung-hitung, semua jari tangan dan kaki kita enggak bakalan cukup buat nampung jumlah seluruh acara gosip berkedok Infotainment (informasi dan entertinment) yang disiarin TV kita dewasa ini. apakah ini hal yang patut kita banggakan? inikah potret wajah negara kita sekarang?
semua yang berhubungan dengan keselebritisan seseorang, bisa menjadi berita. mulai dari hobi melihara ular phyton, perceraian, jalan-jalan ke luar negeri sampai logat bicara seorang artis yang rada aneh, seperti Cinta Laurah, selalu menghiasi layar TV kita. mulai dari jam setengah 6 pagi, sampe tengah malam, acara seperti ini masih tetep eksis. mulai dari acara normal hingga dalam bentuk berita investigasi.

sebenernya, program seperti ini sempat menimbulkan polemik di masyarakat, setelah ada salah satu pihak yang menyatakan bahwa acara seperti ini, menjurus kepada membuka aib orang lain. namun, tetap saja ini merajai setiap stasiun TV yang ada.
mungkin, jumlah yang membludak seperti ini, gak akan bisa terjadi kalo mental orang Indonesia gak se-addict ini ke gosip. menyedihkan kalo dipikir-pikir. tapi, namanya juga artis, berita gak penting juga bisa jadi uang. saya gak bakal heran, jika suatu saat nanti, banyak infotainment yang sibuk beritain prilaku-prilaku ga penting dari para artis.
sebenernya, gak akan ada yang bisa disalahin. namun, saya merasa ada sesuatu yang salah dengan semua ini. dan untuk itu, harus segera kita benahi.
sebagai contoh, dulu ketika saya masih SD, tiap hari minggu, siaran TV (seluruh channel) bakal nayangin acara kartun. mulai dari Doraemon, sampe Power Ranger ada. dan sekarang? jangan harap! ketika kita nyalain TV pagi-pagi di akhir pekan, kita bakal nemuin acara kartun. yang ironisnya, acara-acara kartun itu, udah digantiin oleh berita gosip. mau dibawa kemana bangsa ini?
dewasa ini, anak-anak lebih hafal nama-nama artis yang cerai, daripada nama mantan personil Trio Kwek-kwek.

ini harus jadi beban pemikiran kita sekarang..
mungkin ngikutin berita seleb, sah-sah aja kita mantengin diri nonton infotainment. tapi, kalo udah sebrutal sekarang, apa gak ada yang salah?



i'm out*
gambar dari sini.