Rabu, 27 Februari 2008

- pilihan hidup -

sebuah malam pada bulan Ramadhan yang lalu;

'pesen apa bang?' seorang pelayan sebuah rumah makan bertanya pada saya.
'nasi ayam deh bang. ada kan? jawabku balik nanya.
'wah, maap mas. udah abis.'
lalu saya memalingkan muka pada si X, temen satu kosan saya. 'Kamu makan apa X?' tanyaku padanya.
'Apa yah bang? saya ikan goreng aja deh.' sahutnya.
'2 deh mas' saya menimpali.

lalu, kami pun beranjak ke sebuah meja kosong, di pojokkan warung tenda itu, tepat di depan TV yang udah jadi langganan ASTRO dan sedang menyiarkan Liga Inggris. sembari menunggi ikan selesai dimasak, si X tiba-tiba ngajak ngobrol.
'Bang...,' katanya sembari menyentuh pundak saya.
saya yang sebenernya masih sangat mengantuk, mendongak terpaksa. 'ada apa X?'
'Tau gak bang, Pak Z itu belum kawin lho.' katanya membahas Pak Z, bapak yang menjaga kosan kami.
dalem ati saya mikir, 'Buset dah nih anak, malem-malem gini, malah ngajakin ngegosip.'
'Buk V juga.' sambungnya, sebelum sempat saya menjawab pertanyaannya yang pertama.
saya langsung shock. FYI, kosan saya ini dijaga oleh 2 orang bersaudara yang udah paruh baya, yang kalo dikira-kirain umurnya ada sekitar 50 tahun lebih.
'Kamu tahu darimana X?' tanyaku menanggapi penasaran.
lantas si X mulai menjelaskan, bahwa dia tahu dari keponakkan mereka yang tinggal di rumah sebelah kosan kami. dari si keponakkan itu juga, dia tahu kalo ternyata si Pak Z itu adalah seorang sarjana Fisika, dan buk V adalah seorang dokter. hal ini sangat membuat saya heran. kenapa? karena, setahu saya, sekarang mereka tidak bekerja sesuai bidang mereka lagi, biarpun ada kemungkinan kalo mereka udah pensiun. sekarang, Pak Z, kerjanya cuman nyuci pakaian dan Buk V yang nyetrika.
kalo dipikir, sayang banget yah? bukan cuman latar belakang pendidikan mereka yang sebenarya cukup mentereng itu yang mereka sia-siakan, bahkan kesempatan mereka untuk berkeluarga pun enggak mereka pergunakan.

saya kadang kasian liat mereka. saya sering mendapati pak Z duduk sendirian di teras dengan pandangan kosong ke arah jalanan. begitu juga dengan buk V. padahal, sebenarnya mereka bisa lebih bahagia di masa-masa tuanya.
namun, mungkin aja ini hidup yang mereka mau. seenggaknya, mereka pernah memilih, dan mungkin ini pilihan yang mereka anggap terbaik buat diri mereka.

ikan goreng telah tersaji manggoda di hadapan, setelah saya tersadar dari lamunan. dengan pikiran yang masih menerawang, saya tunaikan sahur hari ini diawali dengan lafaz Basmallah dan niat puasa. saya yang masih berpikir. mencoba berpikir.
hari itu, ikan yang saya makan, terasa aneh, tidak asin atau gurih seperti biasanya. saya merasa ada sebuah kebimbangan disana. ada sebuah rasa penasaran disana.

kantuk itu entah hilang kemana. berganti secuil pemikiran tentang hidup. hidup yang saya ingini.




i'm out*


ps : pemberian nama X, Z dan V pada tokoh di atas, BUKAN dengan maksud merahasiakan kati diri mereka. tapi, karena saya yang dudul lupa nama mereka. peace.

20 komentar:

theloebizz mengatakan...

berawal dari pemantapan tujuan hidup..berakhir dgn kesuksesan menjalaninya sesuai impian bila dibarengi dgn niat dan usaha yg gigih.. ;)

katakdankodokbersaudara mengatakan...

life is a choice.. it's always be..

AngelNdutz mengatakan...

hidup ituh pilihan
kita bisa memilih untuk memilih
dan memilih untuk tidak memilih

quote yg keren buat Ndutz cz berdasarkan kisah nyata :P

tehaha mengatakan...

keberanian membuat keputusan memang mutlak..
hidup menuntu kita untuk selalu berpikir tentang yang terbaik..
keep the spirits on..!!!
semangat..!!

:: ing :: mengatakan...

iya..hidup itu pilihan..
apa pun itu..kita yang harus memilih..
huah..dilema dah pokoknya..!

nb : bingung juga nih.. background yang seperti itu mapan gag semuanya seperti yang di bayangin yah..

Eucalyptus mengatakan...

Mungkin juga mereka gak ada pilihan selain hidup melajang, karena belum mendapat jodohnya. Wallahu'alam... Banyak orang yang saya kenal sudah kepengen menikah, tapi apa daya jodoh tak datang jua...

andrei-travellous mengatakan...

saya juga bingung kadang klo melihat orang yg terus melajang sampe tua, trus kata orang kan: semua manusia itu berpasang2 an? nah kmana pasangan orang2 yang melajang hingga tutup usia?

wallahu alam!

popokbekas mengatakan...

@all : jodoh mank rahasia Allah ya?

titiw mengatakan...

Gemana kalo mereka berdua dijodohin tuh..? Hehehe.. eh sori, boleh becanda gak? Yg jelas sih ikut berdoa untuk apapun yg terbaik buat mereka. Amin..

popokbekas mengatakan...

@titiw : yee, mereka tuh kaka-adek buk.. becanda? ya bole lah..

I'm a psychic girl mengatakan...

mungkin tuh ikan goreng blom sempet di goreng, jd rasanya aneh..
eh eh, bagi ikan gorengnya dwonk!!!

*gyahahaha...*

pink mengatakan...

namun, mungkin aja ini hidup yang mereka mau. seenggaknya, mereka pernah memilih, dan mungkin ini pilihan yang mereka anggap terbaik buat diri mereka.


aku setuju itu!

Abimanyu mengatakan...

busyeet... segitunya!!!!
makanya nikah di waktu muda aja...
nikah di waktu muda tu lebih mudah 10 kali lipat dibanding nikah diusia tua.. yo.. jangan ditunda2 gih.

*langsung mencet nomor calon mertua, buat nanya kapan kepastiannya?? ghakakaka666

Mama Anne dan Ghani mengatakan...

Hidup memang penuh dengan pilihan
Sehingga sungguh akan berbahagia orang orang yang selalu memilliki kesempatan untuk memilih dalam hidup ini

anggangelina mengatakan...

cara menjalani idup itu yg bs kita pilih2... so, pilih yg terbaik ya popok... jgn jualan popok bekas mulu'... :)

Dew mengatakan...

Orang bisa milih, tapi keputusan akhir ada pada Pemilik Takdir.

GusKoko mengatakan...

Dorong mereka untuk ikutan biro jodoh, atau nanti aku buka deh biro jodoh untuk manusia2 usia senja :)

ifa mengatakan...

mungkin ada cerita lain dibalik hidup mereka yang kita nggak tau, yang bikin mereka memilih keputusan hidup seperti itu ya? iya nggak yaaa? =D

Novee mengatakan...

hmmm... sarjana tehnik & dokter cuma jd penjaga kost an merangkap tkg cuci-setrika... ga kawin pun...

*mikir-mikir*
gw yg belom pny cukup alasan utk kawin... bakalan kaya mereka ga yah... secara kerjaan gw skrg cuman ngumpulin duit buat traveling doang, menikmati hidup, bahagia dg cara gw sendiri...
boro2 kepikir buat idup terikat, sepaket dg masalah2 nya...
hmmm... sungguh belom cukup alesan untuk memutuskan "i do"
heheee..

intan mengatakan...

Mungkin sebenarnya mereka nggak mau berakhir seperti itu.. sudah berusaha maksimal, tapi tak berhasil juga.. Ya, mungkin mereka tidak mempunyai pilihan. Atau mungkin juga mereka memilih untuk tidak memilih dari alternatif2 yg ada... Mungkin..siapa tau??

Aku link ke blogku boleh khan.. (he..he..kalo mo mampir silahkan:)