Kamis, 04 Desember 2008

Finally..

Sempak Papa lalu dilempar-lempar kayak bola basket. Tapi setelah bosan maen basket, sempak papa malah dijadiin bahan rebutan oleh monyet-monyet itu, hingga salah satu monyet yang badannya paling kekar dengan sotoynya menjadikan Sempak Papa itu sebagai penutup kepala menyerupai topi khas suku penghuni pedalaman hutan Amazon.

“Itu kan…” kata ibu.

“Itu kan…” kata papa.

Hening.

“Iya, itu memang sempaknya papa,” kataku takjub.









THE POPOKMAN – BOCAH KAMPUNG LUNTANG-LANTUNG adalah kumpulan pengalaman seru seorang bocah kampung bernama Wandy alias si Popok. Ada tiga belas cerita lucu, seru dan mengharukan. Mulai dari masa kecilnya bersama monyet liar di hutan, bermain Spica bersama penduduk kampung di Sumatera Utara, sampai kepolosannya saat diganggu cowok homo. semuantya ditulis dengan gaya jenaka dan bikin kamu tertawa karena kepolosan bocah kampung ini.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


hehehe.. finally ya? akhirnya cita-cita mesumku tersalurkan juga. cita-cita untuk merusak generasi muda dengan membuat buku sesat yang berkedok buku bergenre PeLit (Personal Literature) ini.

sedikit aneh juga rasanya pada saat menerima nomor lepas yang dikirim penerbit buat saya. aneh banget malah. mungkin memang bakalan ada jenis perasaan kayak gitu kalo kamu terpaksa harus menerima kenyataan bahwa ada sebuah judul buku yang covernya bergambar karikatur kamu sendiri yang lagi gaya tarzan sambil gendongin monyet bego.

overall, saya pengen ngucapin terima kasih buat mereka yang udah membantu dalam proses pembuatan buku penuh sesat ini. makasi banget. dan jangan lupa beli bukunya ya? kalo ada kritik, tolong disampein. kesini bole, ke email juga bole. hehe.

ya udah deh,gak pengen banyak2 promosi lagi. saya permisi teman-teman.




i'm out*