Sabtu, 19 Desember 2009

Kok masih Rasis, mamen?!












Hai, guys!


Buset, udah tiga hari ini saya posting berturut-turut. Hahaha, mudah-mudahan nggak pada bosen ya baca postingan saya yang nggak jelas? 
Saya juga jadi heran, kenapa sekarang kok jadi rajin begini ya? Padahal kemaren-kemaren, mau posting seminggu sekali aja susahnya minta ampun. Tapi sekarang kok jadi semangat begini? Apa ini efek dari nggak mandi seminggu ya? - ah sudahlah. Atau apa ini karena saya udah gantengan sekarang? - not again, please.


* * * * *


Here we go..


Belakangan ini, saya punya kebiasaan ngaskus loh kalo udah malem-malem gini. Ngaskus ria sekalian nunggu rasa mengantuk itu dateng. Uhm, saya ngaskus di Kaskus [dot] us loh *krik*. Dan saya ngaskus itu buat nyari gambar BB++ informasi bermutu loh, sungguh. Nah, dan entah kenapa barusan saya nyasar aja di trid ini


Trid tersebut menceritakan tentang sebuah kekhilafan yang dilakukan oleh pihak TreMo TV dalam salah satu tayangannya yang membahas tentang skandal Bank Century dan profil Anggodo yang diduga dalang dibalik kasus tersebut. Kalo diliat dari topik yang disajikan, nggak ada yang salah, nggak ada yang aneh, dan nggak ada ya yang jual gorengan malem-malem gini? - yaelah, meracau!
Bener kan? Nggak ada yang salah dengan isu yang diangkat. Toh, banyak juga acara-acara serupa yang membahas masalah yang sama. Jadi kenapa ini menjadi bermasalah?


Nah, yang menjadi masalah adalah apa yang dikatakan oleh si narasumber yaitu Ichsanudin Noorsy, eks anggota DPR dari partai Golkar. 
-mang dia kenapa?-
Menurut nformasi yang bisa saya tangkep - dengan otak sebesar modem HSDPA - dari trid ini dan juga ini dan mungkin juga ini, adalah bahwa si narasumber a.k.a Pak Ichsanudin Noorsy mengeluarkan sebuah statement yang mendeskreditkan salah satu ras keturunan yang ada di negeri ini. Di negeri yang harusnya sudah mengharamkan tindakan rasisme, setidaknya sejak peristiwa 98.


Cukup!
Saya nggak mau ikutan ngebahas kekhilafan TerMo TV ataupun Pak Ichsanudin Noorsy selaku narasumber acara itu ataupun bla bla bla. Apalagi membahas kasus Luna Maya.
Yang menjadi pemikiran saya sekarang adalah, kok masih ada ya perlakuan rasis di sekitar kita? Malah banyak, mungkin. 
Pelakunya juga kok bisa beragam gini ya? Bahkan seorang mantan wakil rakyat juga terlibat?
WHAT THE.. !?


Sedikit nyambung dengan hal di atas..
Beberapa hari yang lalu, abang-abang yang tinggal di sebelah kamar kosan saya nyeritain tentang pengalamannya kerja dan hidup selama lebih dari 15 tahun di Belgia. Katanya di Belgia sana, orang dari Asia dan Africa sering dipandang sebelah mata oleh penduduk setempat yang mayoritas bule. Mungkin kalo sekedar ngobrol, berinteraksi seadaanya atau mungkin berteman, sikap seperti itu masih belum keliatan. 
Tapi kalo si orang Asia atau Afrika ini mau ngedeketin cewek atau cowok dari kalangan mereka, katanya bakalan sulit. Lebih sulit daripada niruin gaya rambut Master Deddy Corbuzier sepertinya.


Katanya sih karena kebanyakan orang Eropa menganggap bahwa ras Asia dan Afrika kasta-nya masih beberapa level di bawah mereka. Sebenarnya hal seperti ini udah ada dari dulu, dan sisa-sisanya masih bertahan hingga kini. Padahal kalo dipikir-piir, kebudayaan mereka kan jauh lebih maju dari mayoritas negara Asia Afrika? Tapi kok pola pikirnya masih begitu? masih..err.. KUNO!
Bener atau nggak apa yang dibilang si abang, saya juga nggak tahu. Mudah-mudahan kondisinya nggak segitu buruk. Kesian aja orang-orang Asia Afrika yang ngejomblo karena nggak laku. Kalo mereka jadi maho, siap yang tanggung jawab dong?
Setelah mendengar ini, saya cuma bisa berpikir. Tanpa pernah tahu pasti apa yang saya rasa sebenarnya. Miris? Pasti. Merasa gak adil? apalagi. Laper? Banget - yang terakhir nggak nyambung memang.


Lanjut..
Malam harinya, saya dan pacar pergi lah ke sebuah supermarket di pinggir kota pake motor. Ceritanya si pacar mau nagih utang es krim yang udah saya janjikan sejak dua tahun hari yang lalu. Dan setelah ngumpulin recehan di bawah kasur tetangga, kita berdua berangkat ke supermarket buat beli es krim itu. Mengetahui hal ini, pacar pun sumringah tiada tara, senyumnya lebar. Bahagia banget keliatannya. Namun senyum itu segera hilang waktu dia saya bisikin-- "shampoo kamu bau bensin."


Beres beli es krim, saya ngajak pacar buat makan es krimnya di parkiran aja, dengan duduk di emperan. Dan karena dasarnya kita berdua punya bakat menggembel, dengan senang hati kita lesehan di deket trotoar. Saya lihat si pacar makan dengan riang gembira, senyumnya lebar, selebar gerobak becak. Namun, sekali lagi senyum itu hilang waktu saya bisikin -- "Hidung kamu mancung. tapi kok ke dalem ya? mana bentuknya kayak tomat lagi.."
Setelah dua pelecahan di atas, si pacar murka. dan sebagai ekspresi kemarahannya, dia mulai menjambak bulu ketek saya.


Dan waktu asik makan es krim, saya dan pacar kompakan melihat beberapa orang bocah keturunan India dengan menaiki sepeda masuk ke dalam area parkir supermarket. Setelah memarkirkan sepeda masing-masing, mereka masuk ke dalam supermarket dengan celotehan yang riuh rendah. Saya nggak gitu memperhatikan mereka sih sampe akhirnya mereka keluar ke parkiran lagi. 


Sebelum beranjak pulang, salah satu dari bocah-bocah itu lalu becandaan dengan tukang parkir yang ada di situ. Biarpun saya nggak tahu apa yang tengah mereka omongin, tapi saya meliat sebuah keakraban disana. Di antara si warga keturunan dan si penduduk asli. Nggak ada jarak terlihat. Mereka tampak begitu akrab. Nggak ada rasa risih. Yang ada hanyalah semangat persatuan. 


Bhinneka Tunggal Ika.


Meskipun ada perbebedaan warna kulit, perbedaan kebudayaan, toh mereka anak Indonesia juga. Toh, mereka juga masa depan bangsa ini.


Anyway [dan lagi-lagi] saya mengajak sahabat-sahabat semua untuk berkaca pada diri sendiri. dan mulailah bertanya dalam hati..


Sudahkah saya mengharamkan tindakan rasis selama ini?


Saya yakin, banyak dari kita yang udah mengharamkan tindakan rasis dari dulu. Kalo memang udah, mari [lagi-lagi] kampanyekan hal ini pada orang-orang sekitar kita, untuk menjauhkan tindakan rasis. Kedengaran sepele, tapi ini tentang jai diri bangsa. Jati diri Indonesia. Atau nggak usah jauh-jauh, ini adalah tentang jati diri kita sebagai orang yang berbudi.


Hanya orang bodoh yang rasis. 


Hanya orang bodoh yang rasis. 


Hanya orang bodoh yang rasis. 


Tekankan itu pada batin kita.
Tapi bukan berarti dengan menjadi tidak rasis, anda bisa menjadi pintar dan lulus UI hanya dengan menghitung kancing baju. Jangan nekat mencoba. 


Akhirnya, mari lah kita jadikan bumi mejadi tempat yang lebih indah. Mulai dari diri sendiri, kalo bukan kita, SIAPA LAGI?






dan..
Me, out guys! Salam dangdut selalu :)


Jumat, 18 Desember 2009

Tiga kata sakti mandraguna!


Holla, world!


Belakangan ini, saya teringat terus sama sebuah iklan 'berisi' dari radio ini. Saya lupa juga sih gimana-gimana dialog yang dipakai dalam iklan tersebut. Cuma dengan ingatan sekelas batere bekas ini, saya cukup bisa menangkap apa maksud dari iklan itu.
Yaitu..


"Mari kita budayakan penggunaan kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong"


Simpel kan?
Kalo diitung-itung, apa sih susahnya ngucapin kata-kata di atas itu. Bahkan kata-kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong lebih enteng di lidah daripada umpatan-umpatan khas mafia nigger yang lagi ngetrend di kalangan remaja sekarang. - remaja salah gaul maksudnya x)
Biarpun enteng, tapi tanpa kita sadari, kata-kata tersebut memilikki magic yang nggak bisa dikata, tapi terasa di hati. Saya selalu percaya, kata-kata di atas bisa membuat kita jauh lebih dihargai oleh orang lain. Kenapa? Karena dengan menggunakan kata-kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong itu tadi, artinya kita juga lebih bisa mengharai orang lain. Sesuai dengan ungkapan, kalo nggak mau dicubit, jangan nyubit. Nah ini versi positifnya. Bayangin deh, dunia bakalan jauh lebih indah dan berwarna dengan pembudayaan kata-kata tersebut dalam percakapan kita sehari-hari. 


Berikut ini saya tampilkan beberapa contoh dari penggunaan kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong yang tepat dalam sebuah kalimat. 


* Bibi, tolong ambilin minum buat temen-temenku ya. Makasi ya, Bi. - pasti si bibi ngambilnya semangat
* Oh iya. Makasi ya kemaren kamu udah temenin aku pulang. Aku seneng deh. Mama juga bilang makasi buat kamu lho.. - pasti dah gebetan kamu jadi tambah giat dan semangat PDKT-nya
* Mbak, Maaf ya. Kemaren saya ngintip waktu mbak lagi mandi. Kemaren-kemarennya juga saya ngintip sih mbak. Uhm kalo bole jujur sebenernya, udah sepuluh tahun ini tiap hari saya ngintipin mbak mandi. Maaf ya, Mbak.. - kalo ini pasti mbaknya semangat juga. semangat ngumpulin massa buat ngebakar orang tersebut :p


Anyway..
Mau setuju atau nggak, kenyataannya memang sekarang ini udah banyak banget orang yang nggak lagi membudayakan penggunaan kata-kata sakti mandraguna tersebut. Mungkin jumlah orang-orang yang membudayakan kata-kata ini, masih jauh kalah banya dengan jumlah fansnya Rhoma Irama di sekitar Condet aja. - belom lagi di Parung, Bogor dan Rawa Belong dan sekitarnya..


Makanya, marilah kita sama-sama kampanyekan penggunaan kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong ini! Nggak usah jah-jauh, mulai aja dari diri sendiri dulu. Kalo diri sendiri udah mantep, baru dah ajarin ke adik-adik kita. Ajari mereka yang baik-baik. Saya yakin, anak-anak Indonesia ini nantinya bisa jadi generasi yang jauh lebih beradab. Amin.


INGAT!


Ngucapin kata Maaf, Terima Kasih dan Tolong selagi berbicara nggak sesusah kelihatannya kok.


* * * * *


p.s : Selamat Tahun Baru Islam 1431 H ya, guys! Mudah-mudahan kita semua diberi umur yang panjang dan berkah. Amin.


p.s-nya p.s : nuhun ya guys, kalo postingan saya ini ngelantur dan sotoy dan jga kependekan :)








Me out, guys! Salam dangdut selalu :)

Kamis, 17 Desember 2009

Mumu, si Kucing Stress!










Hollla guys!


Beberapa hari yang lalu, saya dan pacar mandiin si mumu. Mumu adalah nama kucing kampung yang saya temukan di depan kos-kosan, kayaknya dibuang sama majikannya. Waktu itu mumu nggak sendiri, tapi dengan saudarinya yang kedepannya saya dan pacar namai mimi. 


Mumu dan Mimi, kucing perawan pujaan kucing pejantan!


Nah, mimi sekarang telah tiada. Dia tewas dengan mengenaskan karena ekornya tiap hari dikunyah sama mumu. Mumu memang kucing stress. - berita sebenarnya -> mimi wafat karena nggak mau makan, tapi tiap hari boker-boker mulu.


Well..
Siang itu, matahari bersinar lumayan terik. Dengan diiringi doa restu oleh camat setempat, saya dan pacar pun bersiap-siap untuk mandiin si mumu. FYI, mumu ini adalah tipe kucing betina yang agresif. Biar lebih jelas, berikut saya tampilkan biodatanya si mumu.


Nama : Mumu
Umur : 1,5 bulan
Jenis kelamin : Betina jadi-jadian
Makanan kegemaran : Whiskas, ikan sarden, biskuit susu, dan nasi sisa majikan. Kadang juga suka makan gorden.
Minuman kegemaran : air kran dan brandy
Hobi : Nyakarin kaki orang, gigitin kaki orang, meong-meong kalo kelaperan, maen sama si kareto [karet gelang kesayangannya], naek ke tempat tidur majikan dan maen bola sama Entong [anaknya abang-abang yang jagain kos]
Yang dibenci : apa aja yang goyang-goyang, maka langsung dicakar
Julukan : mumu si kucing caem tukang cakar!
Cita-cita : Jadi paranormal seperti Mama Loren
Tokoh Idola : Afgan dan Paramore
Facebook : mumu.caem@gmail.com
Twitter : mumusayangmajikantapidoyannyakar


Dengan kenyataan di atas itu, saya dan pacar pun harus bertapa di kantor pos terdekat untuk mendapat pencerahan bagaimana cara terbaik mandiin ini kucing turunan onta biar gak dicakar. Saya sebenernya males mandiin mumu, tapi si pacar tetep keukeuh. Mau nolak, takut takut dilempar piala juara 1 scrable - yaelah pamer lagi
Saya dilemma.
Sebagai seorang anak Indonesia yang baik, saya cukup sadar kalo memandikan seekor kucing resikonya lebih besar daripada pup di celana seseorang yang baru anda kenal di bus stop
Apalagi saya baru dapet informasi baru kalo katanya kucing itu takut air. Tambah gawat kan? - noh anak kurcaci juga tau, dodol!


Dan menangkap keraguan di mata saya, si pacar langsung nyamperin dengan wajahnya yang menenangkan itu..


pacar : ya udah, jadi kita mandiin mumu kan, sayang? Pengen direkam, buat lucu-lucuan..


saya : uhm, iya nanti kita makan siomay deket mesjid Al-Jihad aja. Oke?


pacar : kita mandiin mumu kan, be? *lobang idung mulai kembang kempis, tanda marah*


saya : ya udah, gak apa-apa kamu makannya nambah. Tapi minumnya jangan yang dingin-dingin lagi ya?


pacar : KITA MANDIIN MUMU, KAN BE!? *megang sapu*


saya : oh, ya udah sini be nyapu dulu kalo gitu *ngambil sapu* *kabur*


pacar : rasakan ini, kisanak! *ngelempar piala juara 1 scrable saya*


pletak!


saya : toloong, tolong saya... *berbisik lemah* *tiarap* *mimisan*




Tahukah anda?
Masalah pertama yang muncul waktu mau mandiin mumu adalah gimana cara nangkepnya. Kalo udah mau dimandiin, mumu bisa lebih agresif dari biasanya. Mumu ternyata punya feeling yang kuat sesuai dengan cita-citanya, menjadi saingan Mama Loren. Dia memang ada bakat untuk itu. Padahal sebagai seorang majikan, saya ngarepin mumu bisa jadi dokter. Atau mentok-mentok jadi koruptor lah.


Dan sebagai seorang pacar yang baik hati, saya pun bertekad untuk menangkap mumu dengan tangan kosong. Saya nggak tega membiarkan pacar yang nangkep, ntar dia dicakar, trus luka, trus... aduh... saya nggak tega. sungguh! - berharap si pacar baca ini dan menyadari bahwa saya adalah pacar yang [sok] baik.


Gitu tau mau diuber, mumu langsung ngumpet di bawah tempat tidur. Bersenjatakan gagang sapu, saya pun dengan sigap mengeluarkan gerakan yang mempesona demi menangkap mumu. Setelah ditangkep, mumu saya serahkan pada pacar. Dia yang bertugas memandikan mumu. 
Dengan gagah, pacar meraih shower yang tergantung di dinding.
Dan dengan gagang shower di tangan, pacar terlihat seperti seorang penjual sex toy :p
Merasa nggak ada jalan keluar, mumu cuma pasrah nyudut di dinding. Wajahnya terlihat memucat.


pacar : kamera siap kan, be?


saya : siap, komandan! *nyalain hape* *jadi kameramen dadakan*


mumu : meong meong meong [baca : jangan jamah saya, jangan!]


pacar : baiklah! rasakan ini, mumu! *nyalain shower*


Bulu-bulu mumu mendadak nggumpal gitu kena aer. kulit badannya yang merah, keliatan jelas karena bulunya berserakan parah. Setelah disiram beberapa saat, pacar langsung nyabunin mumu pake sabun cuci tangan yang ada di atas westafel di sampingnya. Mumu cuma pasrah aja disabunin, dia diem sambil menggigil. Dan saya pun masih merekam peristiwa ini pake hape. Oh ya, saya tetep ganteng kok saat itu - Penting!


Abis acara mandi-mandian, badan mumu langsung dikeringin pake baju bekas yang dijadiin handuk darurat. Untuk beberapa saat, mumu menggigil parah. Dan kami terpaksa menjemurnya di bawah terik matahari. Dengan teliti dan penuh kesabaran, pacar merawat mumu yang anteng dihandukin. Kayaknya pacar ada bakat jadi pawang kucing.


Dan sebagai hadiah, mumu kami beri makan pake whiskas yang sarden itu [lupa apa namanya]. Makannya lahap, menjurus rakus. Sebungkus makanan tadi habis dalam waktu kurang dari lima menit. Benar-benar kucing yang rakus. 
Abis makan, agresifnya si mumu kumat. Kaki saya dan pacar kembali dijadiin samsak buat latian mencakar-nya mumu. Kayaknya nih kucing masih dendam barusan disemprot. Dasar kucing durhaka!


Kali ini, tanpa terasa sakit, saya dan pacar pun bisa tersenyum sederhana meski dicakarin mumu geblek. Kita tersenyum melihat mumu yang kini bulu putihnya menjadi tambah bersih sehabis dimandiin. Tersenyum karena menyadari sepertinya kita berdua ada bakat jadi pawang kucing. 
Senyum itu tetap terjaga, hingga saat dimana pacar nanya..


pacar : pengen liat hasil rekaman mumu mandi tadi dong, sayang..


saya : *sadar tadi lupa mencet tombol start* uhm, ya udah kita makan siomay ya. Biar be ganti baju dulu sekarang... *mencoba kabur*


pacar : sini hapenya be, aku mau liat rekamannya. Pelit ah..


saya : Ya udah, kamu siap2 juga dong. Katanya mau makan siomay? *selangakah demi selangkah menjauh*


pacar : pasti nggak direkam kan? pasti lupa mencet tombol start kan? IYA KAN? *ngambil sapu*


saya : uhm, ya udah.ya sayang, kita makan siomaynya besok aja ya? *kabur*


pacar : WHOOOAAAA!! *ngelempar sapu*


pletak!


saya : *terkapar di rumput* *megangin kepala*


mumu : meong meong meong meong meong *mencoba menyanyikan lagu depirjin*


dan lagi-lagi saya sadar, Kayaknya si pacar juga ada bakat jadi atlit lempar lembing. Jangan iri! Saya memang punya pacar yang berbakat. Meski bakatnya nyeremin semua.


TAMAT
blah! sejak kapan post ini jadi cerita pendek? :hammer:


ya udah, TO BE CONTINUED, pegimane?
yaelah ini lagi! memang sinetron, pake bersambung? serah dah ah --a


* * * * *


p.s : Oh iya, post kali ini nggak ada poto mumu. Soalnya dia gak suka dipoto, sukanya baca majalah bobo dan maen farmville #halah


p.s-nya p.s : baru sadar bagian belakang boxer saya bolong. apa mungkin karena barusan dudukin kepala mumu ya? entahlah..


p.s-nya p.s-nya p.s : YA! postingan ini random. Sama sekali nggak ada esensinya :p






Me out guys! salam dangdut selalu!

Rabu, 16 Desember 2009

Mak, Mati Lampu lagi..










Udah beberapa hari ini, Medan kebagian jatah pemadaman bergilir. Dan udah tiga hari ini pula, kosan saya kebagian jatah menyenangkan itu


Dan tiap kali mati lampu, selalu aja ada sebuah pertanyaan besar yang melintas di kepala..


"Ngapa lagi nih NLP maen mati-matiin aja? Mesinnya rusak (lagi)? Kurang pasokan bahan bakar (lagi)? Atau memang cuma lagi pengen matiin aja?" - kalo ternyata penyebabnya adalah alasan terakhir, mana siniin orang iseng itu, belum pernah ngemil sendal kayaknya GRRRrrr!


Kalo memang Mesin rusak yang masih dijadiin alasan andalan, kenapa kok dari dulu begini-begini aja YAH? Cari alasan laen kek. Entah itu karena Rusia nggak ikut Piala Dunia, atau mungkin karena Ayam goreng KFC rasanya lebih enak daripada sirup cuka. Apa aja alasannya, asal jangan nyalahin mesin! - Kreatip dikit kek!


Perasaan, tiap tahun biaya yang nggak sedikit udah dikeluarkan KAN dengan alasan pemeliharaan dan perbaikan mesin, tapi kok tetep aja kondisinya seperti ini. Apa mereka nggak belajar dari kesalahan dan pengalaman yang lalu2? Apa insinyur-insinyur di salah satu perusahaan NMUB itu kurang cakap dalam mengatasi masalah ini? - padahal gajinya sepuluh kali lipat cleaning service yang mungkin kerjaannya jauh lebih berat. 


Sekedar mengingatkan, seemakin banyak ilmu kita, maka semakin lebar tanggung jawab kita terhadap orang banyak! - sedikit OOT


Dan dari pengalaman yang udah lewat, kalo udah musim mati lampu begini, banyak pengusaha kecil hingga menengah yang jadi korbannya. Mulai dari kerugian finansial yang nggak dikit, sampe ada yang harus gulung tikar. Mereka harus menuntup kepada siapa? Pada cucu Mak Erot?
Sekedar curcol, tadi gara-gara mati lampu, mau nyari tempat tukang potokopi yang buka aja susahnya sama kayak nyari nenek-nenek yang masih perawan.


Well, satu lagi efek buruk dari mati lampu selain mundurnya program KB sisa orde baru. Yaitu, banyaknya terjadi kebakaran yang kebanyakan disebabkan oleh lilin ataupun penerangan darurat yang seadaanya itu. Kalo udah begini, siapa yang mau tanggung jawab? Siapa? Sule OVJ yang disuruh tanggung jawab?! - Bukannya tanggung jawab, yang ada dia malah ngelawak sambil prikitiew-prikitiew sendirian.


Kejadian yang paling miris yang pernah saya tahu tentang mati lampu ini kalo nggak salah terjadi pada awal sampai pertengahan tahun ini. Waktu itu lagi musim2nya UN buat anak SMA atau SMP gitu. Dan melalui berita di TV diperlihatkan bahwa banyak anak sekolah yang harus belajar demi hari-hari klimaksnya bersekolah, hanya dengan bermodaklan penerangan lilin dan lampu dari botol bekas seadannya. Kalo mereka nggak lulus, terus bunuh diri, bapak-bapak doyan digentayangin? saya mah ogah!


Anak Indonesia butuh kemerdekaan mereka dalam hal ini! Anak Indonesia harus bisa belajar dengan tenang tanpa harus terkena imbas dari tingkah pola ngalor ngidul para orang dewasa yang menyalah!




Dan yang paling bikin kesel itu [banyak ya hal dari NLP yang bikin kesel kalo udah begini? :p], NLP suka nggak kasi jadwal pemadaman. 


Oke, kalopun mereka ngasi info, tapi kok nggak nyampe ke konsumen ya? Mungkin mereka umuminnya lewat web mahal mereka itu ataupun lewat radio. Tapi kan nggak semua orang buka internet atau denger radio. Nenek-nenek yang buta huruf dan tinggal sebatang kara di sebuah desa nun jauh di sana, gimana mungkin bisa buka internet. Buka jendela aja dia keringetan.
Nah, kalo memang NLP ngumuminnya pake TV ataupun koran, nggak semua orang juga nonton TV dan baca koran. - jadi pegimane urusannya?


Solusi yang paling masuk akal menurut saya, ya kirim aja petugas buat ngasi pengumuman atau informasi ke tiap2 rumah pelanggan NLP - meskinpun kadang buat ngecek tagihan di akhir bulan aja petugas nggak dateng :p
Dan setelah dikasi jadwal, lakukan pemadamannya sesuai jadwal juga! Praktis kan? - iya kan? *maksa*


Akhirnya, kalo memang NLP masih belum profesional juga kinerjanya, mending direformasi aja manajemennya. Atau kalo memang NLP udah nggak sanggup menuhin permintaan pasar, dikasi ke swasta aja gih hak eksklusifnya. Pasti swasta bisa lebih profesional [dalam hal ini, saya setuju2 aja penjualan sebagian aset negara asal demi kepentingan rakyat yang nyata terasa]


Saya yakin, berbagai permasalahan yang menerpa NLP sekarang ini hanyalah bola salju yang telah dimulai sejak waktu lalu. Harus ada pembenahan yang menyeluruh untuk masalah internal NLP itu sendiri. Jangan sampai ada bola salju- bola salju lainnya. Rakyat yang merasakannya.
Rakyatkan butuh pelayanan maksimal! bukan pelayanan apa adanya. Malahan di saat kondisi yang kayak gini, NLP berencana menaikan tarif dasar listrik tahun depan [WHAT THE...]. Ini juga masih denger-denger sih, tapi tetep aja bikin dongkol.


Kalo memang mau naik ya gak apa2, tapi mbok benahi dulu kinerjanya. Baru pikirin masalah naik2an ini. Biar rakyat nggak makin diinjak haknya!




Duh, perasaan tadi mau posting masalah lain, kok jadinya masalah NLP. Tapi nggak apalah, biar terlepas dongkolnya :p


Nah, buat yang merasa post saya kali ini sotoynya kebangetan, nuhuuun *sembah sujud*. Saya cuma rakyat yang menuntut perbaikan penyampaian hak-nya aja kok. Bukan cuma hak saya seorang lagian, mungkin juga hak anda. Buat yang kerja di NLP, nuhun juga ya jangan tersinggung. Ini cuma suara orang cilik kok :p






me out, guys!
Salam dangdut selalu!

Senin, 14 Desember 2009

Uhm, Hidayah itu...





















Hola, folks!


Nggak berasa, ini udah hari senin lagi. Nggak berasa, 2009 akan berakhir dan 2010 datang menyapa. Nggak berasa, saya pup di celana.


Well, beberapa minggu yang lalu, saya pernah nge-tweet begini...


"Cewek berjilbab selalu bisa membuat saya 'orgasme' di tempat." 
Awalnya sih saya biasa aja setelah nge-tweet gitu. Yah, saya memang punya pendapat pribadi kalo cewek berjilbab itu kecantikannya bisa naik beberapa tingkat. Nah, beberapa jam setelah saya ngetweet begitu, si pacar [yang kebetulan belum berjilbab] langsung mencak-mencak.


"Tadi kamu liatin cewek pake jilbab ya? iya kan?! Ngaku!" Nafasnya memburu. Mulai emosi. Saya mundur beberapa langkah ke belakang sambil ambil posisi aman. Dan dengan segera menjauhkan benda-benda keras yang ada dalam jangkauannya. Digetok pake piala juara 1 scrable kan nggak lucu juga-ini kayaknya bermaksud pamer *curiga*
"Nggak kok. Siapa yang bilang?"
"Itu tadi, di twitter kamu." Wajahnya memerah. kepalanya melonjong. Tangannya mengepal dan membesar berkali-kali lipat. Oh, dan saya baru menyadari bahwa si pacar bisa berubah jadi mirip Mr. Crap kalo lagi marah.
"Oh, itu cuma ngomong aja kok. Nggak beneran." Saya menjawab seadanya. Karena memang benar, saya nggak ada meratiin cewek berjilbab waktu itu. Tadi itu saya cuma peratiin om-om ganteng yang berseliweran dengan anggunnya.
"Alesan!" Dan dia pun menangis.


Yah, mungkin memang salah saya yang udah ngomong seenaknya di twitter. Nggak nyangka juga dia bakalan baca. Saya juga sebenernya nggak pernah mau maksain dia buat pake jilbab sekarang-sekarang ini, secara dia baru memeluk islam beberapa bulan belakangan. Dan dia juga baru mulai belajar baca iqra sama saya beberapa minggu ini [dia masih iqra satu]. Makanya, saya nggak pengen maksain dia buat buru-buru berjilbab. Tapi nggak tahunya, tweet saya itu malah bikin dia sedih segitunya.
Dan dengan alasan keselamatan pribadi, saya nggak mau ngebahas masalah di atas dengan si pacar buat beberapa hari ke depan setelahnya. Sekali lagi, digetok pake piala juara 1 scrable itu nggak lucu loh - nah lho, pamer lagi nih orang


Nah, sekitar dua hari kemudian saya ada jadwal main futsal. Dan seperti biasa, si pacar ikutan nonton sambil ngurusin perlengkapan futsal saya. Nah, di lapangan, ternyata salah seorang temen ikutan bawa pacarnya yang  berjilbab. Jadi si pacar dan pacarnya temen saya itu nonton kami latihan berdua di pinggir lapangan.
Pulang latihan, semua berjalan normal. Kita pergi makan malam, juga keadaan masih normal. Si pacar makan pake tangan, dan saya makan lewat ketek. Itu normal buat saya. Kalo ada yang penasaran, mulut saya digunakan untuk apa? Mulut saya buat tempat tumbuh bulu ketek.


Well, besoknya nggak ada angin nggak aja hujan, si pacar nyamperin saya yang lagi browsing bokep di meja belajar.
"Kenapa mesem-mesem kamu? Pasti barusan kentut ya?" saya menebak asal. Iya, dia kalo habis ngentut pasti mesem-mesem kayak waktu itu.
"Yee, enak aja."
"Trus kenapa dong?"
"Uhm.. Aku..."
"Kenapa? Kamu mau dipoligami? bole bole.."
Lengan saya langsung dicubit dengan ganas.
"Ini, mulai sekarang aku pengen pake jilbab."
"..."
"Kok diem? Kamu nggak seneng ya?"
"Ya seneng lah." Dengan mata terpejam saya lalu memeluknya. Mencium keningnya. Tapi tiba-tiba kok saya merasa ada yang aneh.
"Sayang! kok kamu peluk bang Sofi?" Si pacar mukul punggung saya dari belakang.
"WUAAAAA!" saya teriak mendapati bang Sofi yang aslinya bernama sofian telah keenakan saya peluk mesra. "Abang ngapain kesini?!"
Dengan wajah merona merah, bang Sofi menjawab, "Ini, abang mau minta uang sampah."
Dengan senyum tertahan si pacar langsung ngambil beberapa lembar uang ribuan dan memberikannya pada bang Sofi. Dengan senyum sumringah, bang Sofi keluar kamar. Kayaknya dia puas banget abis dipeluk pria ganteng seperti saya.
"Kamu nggak kenapa-kenapa kan, sayang?" Si pacar ngusep jidat saya yang keringatan.
"Nggak apa-apa kok. Ini aku mau ke kamar mandi."
"Ngapain?"
"Mau meratapi keperjakaanku yang telah lenyap direnggut bang Sofi tadi. Ini menyakitkan, sayang. Sungguh!"


okay, ini lebay..


Si pacar pun langsung menjelaskan kalo dia mau berjilbab karena tweet saya yang waktu itu. Dan juga waktu ngeliat pacar temen saya yang terlihat bagus dengan jilbabnya.


See, hidayah bisa dateng darimana aja. Bahkan dari kondisi yang sebelumnya nggak pernah kita syukuri


* * * * *


Well, ini dia saya pajang photo si pacar sebelum dan sesudah berjilbab. hihihihi. Dia nggak tahu, photonya saya bajak.









SEBELUM











SESUDAH



Gimana? hayooo. Kalo aku sih jelas lebih suka dia dengan jilbabnya. Biarpun di poto yang di bawah, keliatan hidungnya agak mancung ke dalem :p


* * * * *


Nah, minggu kemaren saya dapet award dari ibu ata. hehehe, selamet ya udah posting ke-400-nya. Ngebut banget. ckckckckc x)









* * * * *


Nah, udah pada liat dong kalo header saya ganti lagi? kali ini dengan desain yang lebih caem. hehehe, terima kasih pada mbah nisankubur atas kebaikannya ini. cecepmuah cecepmuah, mbah :D


* * * * *


Saya jadi inget dulu waktu kecil, rasanya adem banget kalo ngeliat kakak-kakak pake jilbab pulang dari mesjid. Ihiy! ini salah satu alasan kenapa saya bangga jadi anak Indonesia :)








[Finally] me out guys, salam dangdut koplo selalu




p.s : masalah bang Sofi itu hanya tokoh rekaan kok. Jangan kuatir, saya lebih suka om-om daripada abang-abang 


:p

Kamis, 10 Desember 2009

Teman lama. Lama Sekali.








Mumpung lagi mood, dan sekalian banyakin postingan buat ikutan kontes ini, akhirnya malam ini saya posting lagi. ihiiiy!!


well, barusan saya blogwalking ke banyak blog temen-temen blogger lain yang dulu (pernah) saya kenal. Banyak dari mereka masih aktif nge-blog hingga saat ini, dan nggak sedikit pula yang blognya ditinggal begitu saja seperti perlakuan pria poligami pada istri pertamanya. Dan ada juga beberapa dari mereka yang sekarang menjadi blogger yang cukup terkenal di kalangan blogger lainnya. Happy for him :)


Pertanyaan besar yang ada di kepala saya saat ini adalah -> "Kenapa celana dalem saya kebalik?". Uhm, sepertinya bukan pertanyaan itu. Soalnya saya lagi nggak pake celana dalem. Saya cuma pake bra warna merah.
*slap me!*


Oh, well...
Pertanyaan sebenarnya adalah -> "Masih ingatkah mereka (temen-temen blogger yang dulu itu) pada saya yang cakep lagi baik ini? Harusnya mereka ingat, karena saya jarang mandi."


Meskipun faktor terakhir (jarang mandi) tadi bisa dijadikan alasan bagi siapa aja untuk menjauhi saya, tidak seharusnya sosok rupawan seperti saya mudah dilupakan.


Apakah mereka masih ingat saya? Saya masih inget loh sama mereka. Tapi, kok kayaknya mereka pada lupa sama saya ya? Apa ini karena sekarang saya udah gantengan? ah, pasti iya karena saya sekarang udah gantengan. Untung deh udah pake Tje Fuk





Akhirnya saya sadari, hanya sedikit dari mereka yang ingat saya. Yah, wajar aja memang. Ini karena saya sempat meninggalkan blog ini seenak jidat dalam kurun waktu setahunan kemaren itu, dan itu otomatis membuat aktifitas interaksi saya dengan blogger lain jadi jalan di tempat.


Hebat banget lah kalo mereka masih ingat. Sapa sih saya ini? Hanya seorang pria berperawakan imut dengan hormon testoteron berlebih dan degradasi mental yang setara dengan jamur merang - aduh ngomong apa saya ini?- 


Intinya, saya belum melakukan apa-apa untuk diingat. Dan berarti banyak pada keadaan.



Yah, saya anggap ajalah itu karma. Karena keseksian saya dalam hiatus panjang kemarin, saya pun kehilangan beberapa teman. Teman-teman yang cukup dekat dengan saya dulu, kebanyakan udah pada memprivasi blognya sendiri, atau malah mereka juga hiatus panjang.


Mengurus blog memang nggak semudah mengurus jerawat, yang bisa menghilang pada skala waktu tertentu. Ini soal olah rasa. Manajemen hati. Manajemen passion. Pengontrolan mood. Dan kuntiniuti perbuatan.


Jangan tanya apa arti quote di atas, saya juga nggak ngerti bagaimana cara terbaik menjelaskannya. Mungkin kalian yang baca juga bisa mengerti apa yang saya maksud. Yang pasti itu bukan resep membuat pisang goreng dengan jeruk bali. Jangan nekat. Ini bukan resepnya!


*****


Dan sebagai penutup, saya pengen mengucapkan terima kasih pada kalian (para blogger super-keren) yang udah sudi berteman dengan saya. Dan kalo suatu hari nanti saya hiatus panjang lagi, jangan lupain saya ya. Saya takut kesepian dan berakhir seperti nasib Anang yang diselingkuhi KD- yaelah, meracau lagi




Ya sudahlah..
Me out guys. Selalu lah bangga menjadi anak Indonesia :)

Selasa, 08 Desember 2009

Template Baru, Kontes Blog dan Demo 9 Desember. Sedikit random, memang :)




Beberapa bulan yang lalu, saya sempat hiatus panjaaang. Ada mungkin setahun saya nggak ada update blog. Tiap ada temen yang nanya kenapa saya nggak pernah update, saya selalu menjawab dengan beberapa alasan seadaanya. Kadang saya bilang aja karena saya belum ada insipirasi, kadang saya jawab karena saya memang lagi malas. Malah kadang saya jawab, ini karena saya nggak fotogenic.
Alasan terakhir nggak beneran saya pake kok. Itu cuma becandaan. Tapi masalah ketidak-fotogenic-an saya itu.. err.. itu memang benar adanya. 


Terakhir saya foto, saya lebih mirip siluet botol kecap daripada sosok pria ganteng. Miris memang.


Balik ke topik, sebenernya salah satu alasan terbesar saya males update blog adalah karena template saya yang kemaren-kemaren nggak napsuin. Cemen banget alasannya kan? Beneran memang cuma karena template. Fyi, dari awal saya bikin blog, saya nggak pernah pake template selain dengan template yang ada disediakan oleh pihak blogger. Gimana nggak bosen, tiap kali liat blog, tampilannya itu-itu aja.

Nah lho, kalo memang gara-gara template jadi males update, kenapa gak ganti template aja? search di-google kan banyak web yang menyediakan template blogspot gratis?


Kenapa saya nggak melakukannya, itu juga masih menjadi sebuah misteri. Bukan karena saya nggak bisa ganti sendiri kok, tapi memang cuma karena males. Bukan males search, tapi lebih tepatnya saya males untuk memilah-milih template yang tepat. Buktinya, template yang sekarang ini aja butuh waktu dua hari untuk bisa dipilih. Itupun setelah berkonsultasi dengan Andie dan Bang Mul. Mereka orang berjasa yang membuat template ini bisa lebih manusiawi untuk dipandang. Dan terima kasih lagi pada Bang Mul atas headernya yang imut ini. Hihihi, kalo dipasang kayak gini bagus juga kan bang kalo dipaduin?


Dan setelah sekarang template udah beres, saya nggak punya alasan kayaknya untuk nyuekin blog ini. Apalagi saya juga ikutan kontes yang udah diselenggarakan oleh Ata dkk (Noh di atas sebelah kiri ada logonya). Butuh info lebih lanjut mengenai kontes blog ini, bole menuju TKP-nya disini :p


* * * * *


Anyway, besok itu tanggal 9 desember. Tanggal yang diperingati sebagai Hari Anti-Korupsi sedunia. Di banyak siaran berita dikatakan bahwa besok di hampir 180 negara dunia dan hampir 33 provinsi di Indonesia, rakyat akan 'merayakan' Hari Anti-Korupsi dengan turun ke jalan. Mudah-mudahan 'perayaan' ini berjalan dengan damai. Nggak pake rusuh. Apalagi pemerintah mengerahkan pasukan terbaiknya untuk mengamankan esok hari.


Nah, saya ada pesan nih buat peserta 'perayaan' ini :


Buat yang mau ikutan turun ke jalan -> "Jangan lupa sarapan. Ntar lemes trus pingsan, gimana? Dan kalopun memang ada niat buat pingsan, jangan lupa berdoa semoga yang ngasi nafas buatan nggak lupa sikat gigi dan lagi nggak panas dalam".
Buat bapak-bapak polisi -> "Entar waktu mengamankan demo jangan pake kekerasan ya, Pak! Kita piss aja dah ah!"
Buat artis yang ikutan demo -> "Jangan lupa pake sun block! Jangan lupa juga pake celana."
Buat bapak-bapak pejabat yang mendukung aksi ini, "Ayo, Pak! Mari kita turun ke jalan! Mumpung lagi disorot. itung-itung kampanye awal gratisan buat lima tahun yang akan datang.." :p
Buat bapak-bapak yang 'kelabakan' dengan aksi besok -> "Tenang aja, Pak. Insya Allah aksi ini nggak ditunggain siapa-siapa. kalaupun ada, ya itu cuma demi KEPENTINGAN dan TUNTUNAN RAKYAT. Iya, RAKYAT BAPAK!"


Sekali lagi, kita sama-sama doain. Semoga besok semuanya berjalan lancar, aman dan terkendali. Amin.


* * * * *


Baiklah, segini dulu post kali ini. Oh iya, cuaca lagi nggak baik, guys. Banyakin minum vitamin, jaga stamina juga dan jaga pola makan kalian. Baik kan saya udah ingetin kalian semua? Bagi cendolnya dong :p


ps : Post kali ini dan selanjutnya kayaknya akan dimoderasi komentarnya. Ini karena salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk ikut kontes di atas. Sori buat para spammers. Pesan saya, kalo mau nyepam, noh ke kandangnya Andie aja. Kita porak-porandakan blognya!!




Me out. Salam dangdut selalu. :)
- Saya yang selalu bangga jadi anak Indonesia -