Rabu, 29 Juli 2009

Prahara Anjing dan Kucing

WELL.. apa kabar semua? hahaha. Kayak banyak aja yang baca nih blog. Memang sih sejak ditinggalkan hiatus berbulan-bulan lamanya, pengunjung blog ini udah tinggal satu dua orang per satu dasawarsanya. Itu pun karena nyasar, atau memang lagi sial. Tapi lepas dari itu semua, saya, popok yang baik hati ini, akan meneruskan komitmen saya untuk rutin meng-update blog sesat sejuta umat ini.

Aniwei, tadi saya baru dengerin radio prambors. Ada acara (lupa nama acaranya apaan) yang tiap sesinya ngasi tebak-tebakan. Nah, salah satu tebakannya tadi itu adalah : kenapa anak anjing sama anak kucing suka kejer-kejeran.
saya sempet mikir, ya wajarlah mereka kejer-kejeran, namanya juga anjing sama kucing. Mereka memang nggak pernah bisa akur dan akan selalu berantem, cin. Cuman lain hal kalo kata 'anjing'-nya tadi ditambahin kata 'jantan' dan kata 'kucing'-nya diganti jadi kata 'anjing betina', saya yakin mereka bukan berantem, mereka pelukan, ciuman dan langsung syuting film India versi kucing. Apalagi kalo ditambah adegan guling-gulingan sambil melukin pohon, sinetron Manohara terancam kalah rating.

Balik ke tebak-tebakan tadi, ada yang jawab: karena si kucing punya utang sama anjing, tapi si kucing nggak sanggup bayar. Ada juga yang jawab anjing sama kucing cuman pura-pura kejer-kejeran aja, biar keliatan eksis. Yang parah, ada yang bilang karena si kucing itu buronan polisi yang udah ngebom hotel Ritz Carlthon dan JW. Marriot, makanya di kejer si anjing yang ternyata anggota BIN itu.
Dan setelah berbagai macam jawaban yang diberikan oleh para pendengar radio by SMS ataupun YM, teka-teki itu belum juga terjawab.

Pada akhirnya, si penyiar menjawab teka-teki itu dengan jawaban, "KARENA MEREKA MASIH ANAK-ANAK, wajar kan mereka main kejer-kejeran?" (anak-anak dengku lu ledes!!) Hahaha. Jawaban yang meng-gubrak-an memang.

Aniwei, lepas dari itu semua, belakangan ini saya kok jarang ya liat anjing sama kucing kejer-kejeran? Nggak usah jauh-jauh, di kos-kosan ada tuh kucing empat ekor, dan anehnya mereka semua berSAHABAT dengan seekor anjing tetangga yang pada kenyataannya.. well... memilikki tampilan yang amat sangat sangar pisan sekali. Boro-boro kejer-kejeran, yang ada mereka malah ngorekin sampah barengan, berjemur barengan, sampe sunat massal barengan. Hehe, opsi terakhir itu hanya karangan sesat saya aja kayaknya.
Dalam hati, saya merasa sedikit kuatir. Kuatir kalo nggak lama lagi, saya bisa-bisa menerima resepsi undangan pernikahan dari si anjing itu dengan salah satu kucing kosan saya. Jika itu terjadi, bisa-bisa mas Tukul juga bisa jadi Sekjen PBB. Dan saya seharusnya, bisa jadi bintang bokep versi koala.

Oh iya, saya mau berterima kasih nih, buat temen-temen semua yang udah sudi kiranya membeli atau membaca buku saya. You're so unlucky people, mates. Hahaha. Soalnya saya baru dapet up date langsung dari MUI, katanya kalo baca buku saya THE POPOKMAN, dapet dosa kecil. Dosanya tuh sama kalo kita kesenggol anjing ataupun babi, ataupun hewan berkaki empat doyan kawin lainnya.

udahan dulu deh postingannya, saya mau beli gorengan. Well, see u guys! see u happy people!

4 komentar:

ajenkajenk mengatakan...

Biarlah sesekali kucing dan anjing itu mencari sensasi sebanyak2nya
*kita kan pengen eksis juga kayak manohara*
Wkwkwkwkwk....

aprie mengatakan...

walah pok, mbok ya aku minta bukunya..
:P

plainpage mengatakan...

lu punya tebak-tebakan apa pok?

kamusarea mengatakan...

ha ha ha